Pelaku Ekraf di Biak Numfor Ramaikan Festival BMW 2026, Dispar Sediakan Puluhan Lapak Jualan Kuliner hingga Mainan Anak

Penulis: Ragil  •  Selasa, 07 Juli 2026 | 12:22:31 WIB
Pelaku ekonomi kreatif Biak Numfor memanfaatkan lapak jualan dalam Festival BMW 2026.

BIAK — Pelaku usaha ekonomi kreatif di Kabupaten Biak Numfor, Papua, memanfaatkan penuh lapak jualan yang disediakan Dinas Pariwisata setempat dalam gelaran Festival Biak Munara Wampasi (BMW) 2026. Ajang tahunan ini menjadi tempat bagi mereka untuk memasarkan produk langsung kepada pengunjung.

Puluhan Booth Terisi Penuh, Kuliner Jadi Primadona

Kepala Dinas Pariwisata Biak Numfor Turbey O Dangeubun mengatakan, sebanyak puluhan stand booth pameran ekonomi kreatif telah terisi penuh oleh para pelaku usaha. "Ajang pameran ekonomi kreatif di Festival BMW 2026 menyediakan tempat berjualan pelaku ekraf di Biak," ujarnya.

Sejumlah stand tersebut menjual berbagai jenis produk, mulai dari aneka kuliner makanan dan minuman, pakaian, mainan anak, hingga hiasan rumah tangga. Salah satu pelaku usaha, Anderson, mengaku memanfaatkan stand yang disediakan untuk berjualan aneka jenis kuliner. "Kami punya stand pameran ekonomi kreatif yang disediakan Dinas Pariwisata untuk berjualan aneka jenis kuliner makanan dan minuman," katanya.

Target: Nilai Tambah Ekonomi bagi Warga Lokal

Pemerintah daerah berharap gelaran Festival BMW 2026 mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat. Turbey menjelaskan, pihaknya menginginkan ajang ini memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga lokal dan pelaku usaha ekonomi produktif.

"Aneka jenis kuliner sajian pelaku ekraf dapat dinikmati pengunjung selama pameran berlangsung," ujarnya. Festival BMW sendiri merupakan agenda tahunan yang digelar untuk mempromosikan potensi wisata dan budaya di Kabupaten Biak Numfor.

Momentum Kebangkitan Ekraf Pasca-Pandemi

Partisipasi penuh para pelaku UMKM dalam festival ini menjadi indikator positif bagi kebangkitan sektor ekonomi kreatif di tanah Papua. Dengan tersedianya lapak gratis atau bersubsidi dari Dispar, pelaku usaha kecil tidak perlu mengeluarkan biaya sewa tempat yang besar untuk bisa menjangkau pembeli.

Produk lokal seperti makanan khas Biak dan kerajinan tangan diharapkan bisa semakin dikenal, tidak hanya oleh warga setempat tetapi juga wisatawan yang datang ke festival. Ajang ini juga menjadi ajang promosi bagi produk-produk unggulan daerah.

Reporter: Ragil
Sumber: papua.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top