Pemprov Papua Intensifkan Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak, 32 Kasus Ditangani Sepanjang Semester I 2026

Penulis: Ragil  •  Jumat, 10 Juli 2026 | 18:38:31 WIB
Kepala DP3AP2KB Papua, Selvina Y. Imbiri, memaparkan penanganan 32 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak selama semester I 2026.

JAYAPURA — Dari total 32 kasus kekerasan yang ditangani sepanjang semester pertama 2026, lebih dari separuhnya merupakan kekerasan terhadap anak. Kepala DP3AP2KB Provinsi Papua Selvina Y. Imbiri menyebutkan, 17 kasus menimpa korban berusia 0 hingga di bawah 18 tahun, sementara 15 kasus lainnya adalah kekerasan terhadap perempuan dewasa.

Menurut Selvina, tingginya angka kekerasan yang justru dilakukan oleh anggota keluarga atau orang terdekat masih menjadi tantangan utama dalam mewujudkan perlindungan optimal bagi perempuan dan anak di Bumi Cenderawasih.

Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Penanganan

Selvina menegaskan, penanganan kasus kekerasan tidak bisa dilakukan pemerintah sendirian. Pihaknya terus membangun sinergi dengan unit layanan, tokoh agama, tokoh adat, organisasi masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya agar upaya pencegahan maupun penanganan berjalan lebih efektif.

"Penanganan kasus kekerasan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan sinergi dengan berbagai pihak, seperti unit layanan, tokoh agama, tokoh adat, organisasi masyarakat, dan para pemangku kepentingan lainnya," ujar Selvina di Jayapura, Kamis.

Edukasi Digencarkan ke Sekolah dan Keluarga

Selain memperkuat penanganan kasus, DP3AP2KB Provinsi Papua menggencarkan langkah pencegahan melalui sosialisasi di sekolah maupun lingkungan masyarakat. Kampanye mengenai hak-hak perempuan dan anak serta pentingnya menciptakan lingkungan bebas kekerasan terus dilakukan secara berkelanjutan.

Selvina menilai keluarga memiliki peran paling strategis dalam mencegah kekerasan. Penguatan kapasitas keluarga dinilai penting agar mampu menciptakan rumah yang aman sekaligus membangun karakter anak sejak dini.

"Kami ingin membangun budaya yang menghormati perempuan dan melindungi anak. Ketika perempuan dihormati dan anak terlindungi, maka keberlanjutan kehidupan yang berkualitas juga akan terjaga," katanya.

Reporter: Ragil
Sumber: papua.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top