WAROPEN — Angka tersebut naik 0,28 poin dibandingkan tahun sebelumnya dan melonjak 1,61 poin dalam lima tahun terakhir. Kondisi ini menggambarkan tingginya biaya logistik dan kelangkaan material bangunan di wilayah pesisir Teluk Cenderawasih tersebut.
Semakin tinggi nilai IKK, semakin mahal pula harga konstruksi sebuah bangunan di daerah itu dibandingkan dengan harga di Kota Surabaya yang menjadi titik acuan nasional. Dengan skor 144,88, biaya pembangunan di Waropen setara 1,449 kali lipat biaya di Surabaya.
Dibandingkan dengan delapan kabupaten dan kota lain di Provinsi Papua, posisi Waropen terbilang kurang menguntungkan. Hanya Kabupaten Mamberamo Raya yang mencatatkan IKK lebih tinggi, yakni 174,96 poin.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan Kabupaten Jayapura yang justru menjadi daerah dengan biaya konstruksi paling murah di Papua. IKK di kabupaten penyangga ibu kota provinsi itu tercatat 113,52 poin, atau lebih rendah 31,36 poin dibandingkan Waropen.
BPS merilis data IKK untuk sembilan kabupaten/kota di Provinsi Papua pada 2025. Berikut urutannya dari yang termurah hingga termahal:
Menariknya, IKK Waropen hanya terpaut 0,9 poin dari Kabupaten Sarmi yang berada di posisi ketujuh. Namun, jaraknya cukup jauh dengan Mamberamo Raya yang unggul 30,08 poin di puncak daftar.
Data ini menjadi perhatian bagi pemerintah daerah dan calon investor. Tingginya IKK berimplikasi langsung pada anggaran proyek infrastruktur, gedung pemerintahan, hingga hunian warga yang harus dialokasikan lebih besar dibandingkan daerah lain di Papua.
Bagi kontraktor dan penyedia jasa konstruksi, selisih angka ini menjadi dasar kalkulasi harga penawaran yang kompetitif namun tetap mempertimbangkan biaya pengiriman material yang tinggi ke wilayah timur Indonesia.