Benarkah 5G Bikin Baterai Boros dan Kuota Cepat Habis? Ini Faktanya

Penulis: Muammad Amran  •  Minggu, 02 Agustus 2026 | 11:52:00 WIB

Jakarta - Anggapan bahwa jaringan 5G secara otomatis menguras daya baterai dan menghabiskan kuota internet kerap menjadi perbincangan para pengguna smartphone. Namun, anggapan tersebut sebagian besar merupakan mitos yang belum dipahami secara utuh oleh masyarakat umum.

Konsumsi daya serta penggunaan data pada perangkat sebenarnya tidak bergantung secara langsung pada teknologi 5G itu sendiri. Faktor utama yang paling menentukan meliputi cara pemakaian perangkat, kualitas jaringan di sekitar, hingga jenis teknologi 5G yang diterapkan oleh operator seluler.

Berdasarkan penjelasan resmi Telkomsel dalam panduan edukasi teknologi, jaringan 5G tidak serta-merta mengambil kuota data lebih banyak. Perubahan perilaku digital pengguna justru menjadi pemicu utamanya saat terhubung ke koneksi super cepat ini — mendorong pengguna secara tidak sadar untuk menikmati streaming video resolusi tinggi, mengunduh berkas besar, atau bermain game online dengan grafis maksimal.

Ulasan media teknologi Android Authority turut menguatkan fakta bahwa kecepatan tinggi 5G membuat berbagai aplikasi memuat konten berkualitas maksimal secara otomatis. Hal ini menciptakan persepsi kuota lebih cepat habis, padahal konsumsi konten yang meningkat adalah penyebab sebenarnya.

Mengenai daya tahan baterai, pengaruh teknologi 5G memang jauh lebih kompleks. Banyak operator di berbagai negara masih mengandalkan arsitektur 5G Non-Standalone (NSA), di mana smartphone wajib terhubung ke jaringan 4G LTE dan 5G secara bersamaan — kondisi kerja modem yang memproses dua jaringan sekaligus ini memicu peningkatan daya secara drastis dibanding mode LTE murni. Sebaliknya, pada arsitektur 5G Standalone (SA), penggunaan energi jauh lebih efisien.

Kualitas sinyal lokal juga memegang peranan krusial terhadap ketahanan baterai. Saat berada di wilayah dengan cakupan 5G minim atau jauh dari pemancar BTS, modem smartphone harus bekerja ekstra keras mencari sinyal sehingga daya baterai terkuras lebih cepat.

Apple turut mengonfirmasi bahwa penggunaan jaringan 5G secara terus-menerus dapat berdampak pada efisiensi daya. Untuk mengatasi hal ini, Apple menyematkan fitur khusus bernama 5G Auto yang bekerja secara pintar dengan mengalihkan koneksi ke LTE saat kecepatan 5G tidak memberikan perbedaan performa signifikan, guna menghemat baterai tanpa mengorbankan kenyamanan pengguna.

Hasil pengujian oleh Tom's Guide pada perangkat iPhone 12 menunjukkan daya tahan baterai memang lebih awet saat terhubung ke jaringan LTE dibandingkan koneksi 5G terus-menerus. Meski demikian, hasil ini tidak bisa disamaratakan untuk setiap pengguna karena performa ketahanan baterai sangat bergantung pada lokasi geografis, kualitas cakupan operator, serta efisiensi modem dari tipe smartphone yang digunakan.

Secara garis besar, tingkat efisiensi kuota data dan daya baterai pada perangkat modern ditentukan oleh kualitas cakupan sinyal, jenis infrastruktur jaringan operator (5G NSA atau SA), intensitas aktivitas digital, setelan konfigurasi perangkat, serta tingkat efisiensi chipset dan modem seluler pada smartphone yang digunakan.

Bagi pengguna yang ingin menghemat baterai dan kuota saat memakai jaringan 5G, disarankan untuk mengaktifkan fitur pengaturan jaringan otomatis yang tersedia di sebagian besar smartphone modern, memantau penggunaan data pada aplikasi yang sering memutar video kualitas tinggi, serta memastikan perangkat berada di area dengan cakupan sinyal 5G yang stabil agar modem tidak bekerja terlalu keras mencari jaringan.

Reporter: Muammad Amran
Back to top