PLN EPI Kembangkan BIODES, Pasok Biomassa Cofiring dari Desa

Penulis: Yasir  •  Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:51:01 WIB
Petani menanam tanaman energi di lahan marginal untuk mendukung pasokan biomassa cofiring PLN.

PAPUA — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengembangkan inovasi BIODES atau Biomassa dari Desa untuk menutup kesenjangan pasokan biomassa cofiring yang mencapai 7,6 juta ton pada RUPTL 2025–2034. Program ini menggabungkan pertanian terpadu, pemberdayaan warga desa, dan rantai pasok energi dalam satu skema. Langkah tersebut dipaparkan dalam Knowledge Hub Enlit Asia MKI Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Tangerang.

Paragraf pembuka: Pengembangan BIODES bertolak dari keterbatasan pasokan biomassa berbasis limbah. Menurut data Kementerian ESDM yang dipakai PLN EPI, potensi limbah siap pakai diperkirakan menyentuh titik jenuh sekitar 2,4 juta ton. Sementara kebutuhan untuk memenuhi target cofiring dalam RUPTL 2025–2034 masih menyisakan kekurangan sekitar 7,6 juta ton.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan menyatakan BIODES dirancang tidak sekadar mengejar pemenuhan kebutuhan energi. "BIODES merupakan wujud komitmen PLN EPI dalam membangun ekosistem biomassa yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan energi, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (29/9/2026).

Mengapa Limbah Saja Tidak Cukup

PLN EPI menilai pasokan biomassa yang hanya bersandar pada limbah pertanian, perkebunan, dan kehutanan punya dua kelemahan: volume terbatas dan kesinambungannya sulit dijaga. Karena itu, BIODES tidak berhenti pada pemanfaatan limbah yang sudah ada.

Skema ini mendorong penanaman tanaman energi di lahan kering atau marginal, yang dikombinasikan dengan tanaman pangan lewat pola tumpang sari. Pendekatan itu membuat pasokan bahan baku pembangkit tetap berjalan tanpa mengorbankan lahan produktif untuk pangan.

Manfaat Ekonomi hingga Ketahanan Pangan

Officer Strategi dan Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI Khalda Az Zahra menjelaskan BIODES menyasar dua sasaran sekaligus: pasokan energi dan kesejahteraan desa. "Kami ingin mengoptimalkan potensi biomassa di desa sekaligus membangun rantai pasok yang lebih terintegrasi, sehingga keberlanjutan pasokan berjalan beriringan dengan manfaat ekonomi dan ketahanan pangan," katanya.

Bagi warga desa, program ini membuka peluang pendapatan tambahan dari budidaya tanaman energi dan pengelolaan limbah. Rantai pasok yang terintegrasi juga mengurangi ketergantungan pembangkit pada pemasok besar, karena bahan baku bisa dipanen dari lingkungan sekitar.

Diperkenalkan di Enlit Asia 2026

Inovasi BIODES dipaparkan tim PLN EPI yang terdiri atas Khalda Az Zahra, Pandu Trijaka, dan Nurlita Dewi Utami. Forumnya adalah Knowledge Hub Enlit Asia MKI Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Tangerang.

Panggung tersebut mempertemukan pelaku industri kelistrikan dari dalam dan luar negeri. Bagi PLN EPI, ajang ini menjadi ruang berbagi pengalaman soal model biomassa berbasis desa yang bisa direplikasi di wilayah lain.

Penutup: BIODES menjadi salah satu jawaban atas celah pasokan biomassa yang harus ditutup hingga 2034, sembari memberi nilai tambah ekonomi bagi desa. Keberhasilannya akan menentukan seberapa besar bauran energi terbarukan dalam cofiring pembangkit PLN ke depan.

Reporter: Yasir
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top