PAPUA — Kontingen Indonesia menambah perolehan medali Asian Games 2026 menjadi 39 keping hingga Jumat (2/10/2026), terdiri dari 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Penambahan itu tidak diikuti posisi di klasemen karena Chinese Taipei menyalip Indonesia ke peringkat 14 berkat keunggulan jumlah medali perak.
Chinese Taipei dan Indonesia sama-sama mengoleksi lima medali emas. Namun Chinese Taipei sudah mengumpulkan 17 perak, sementara Indonesia baru 11 perak. Selisih di medali perak itulah yang membuat Merah Putih harus turun satu tingkat ke posisi 15.
Di puncak klasemen, China masih belum tersentuh. Negeri Tirai Bambu mengoleksi 162 emas, 89 perak, dan 83 perunggu dengan total 341 medali. Jepang menguntit di posisi kedua dengan 83 emas, lalu Korea Selatan di peringkat ketiga dengan 39 emas.
India naik ke posisi keempat dengan 21 emas, disusul Uzbekistan di peringkat kelima dengan jumlah emas yang sama. Thailand menjadi negara ASEAN dengan posisi terbaik setelah mengoleksi 18 medali emas.
Dari 39 medali yang sudah dikantongi Indonesia, bulu tangkis menjadi cabang paling produktif dengan 2 emas, 1 perak, dan 3 perunggu atau total 6 medali. Wushu menyusul dengan 5 perunggu, disusul sepak takraw yang menyumbang 1 perak dan 3 perunggu.
Cabang lain yang turut menyetor emas adalah panahan, panjat tebing, angkat besi, dan bola voli pantai lewat satu perak. Beberapa cabang seperti dayung, menembak, esports, padel, teqball, dan surfing masing-masing menambah medali di posisi kedua dan ketiga.
Dengan koleksi lima emas, Indonesia masih berada dalam persaingan ketat dengan Chinese Taipei dan Qatar di papan tengah. Tambahan satu medali emas saja bisa mengubah posisi Indonesia secara signifikan.
Peluang itu terbuka lebar mengingat sejumlah cabang masih menyisakan nomor yang belum dipertandingkan. Perolehan medali Indonesia diprediksi masih akan bertambah hingga penutupan Asian Games 2026.