JAYAPURA — Pengerjaan Jembatan Merah Putih di Kampung Milawak dilakukan bersama-sama oleh prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 731/Kabaresi dan warga setempat. Progres pembangunan disebut semakin mendekati penyelesaian setelah melalui sejumlah tahapan.
Kegiatan itu menjadi bagian dari pengabdian satgas selama menjalankan tugas pengamanan di wilayah perbatasan. Sebelumnya, prajurit juga terlibat dalam pembangunan jembatan di Distrik Beoga melalui kegiatan gotong royong bersama warga.
Kehadiran jembatan dinilai menyentuh kebutuhan dasar warga, yakni mobilitas. Wilayah Distrik Beoga memiliki tantangan akses yang membuat pergerakan orang dan barang tidak selalu mudah.
Jembatan Merah Putih diharapkan mempermudah akses masyarakat Kampung Milawak dan wilayah sekitarnya. Kelancaran aktivitas warga sehari-hari menjadi manfaat yang paling langsung dirasakan setelah pembangunan rampung.
Pembangunan infrastruktur sederhana seperti jembatan menjadi salah satu kebutuhan penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat di wilayah dengan medan yang menantang.
Semangat kebersamaan antara prajurit dan masyarakat disebut menjadi bagian penting dalam setiap tahapan pengerjaan. Pola itu bukan hal baru di Distrik Beoga.
Keterlibatan warga dan prajurit berlangsung sejak tahap awal hingga pengerjaan memasuki bagian akhir. Cara kerja semacam ini memastikan pembangunan tidak berjalan sendiri di luar kebutuhan warga.
Dengan progres yang terus berjalan, penyelesaian Jembatan Merah Putih diharapkan segera memberikan akses yang lebih mudah bagi warga Kampung Milawak. Aktivitas harian warga pun diharapkan ikut lancar.
Pembangunan jembatan ini tercatat sebagai salah satu bentuk kegiatan satgas di luar tugas pengamanan perbatasan. Manfaatnya akan dirasakan langsung setelah seluruh proses pembangunan selesai.