PAPUA — PT Nusantara Regas menetapkan Pandjie Galih Anoraga sebagai Corporate Secretary baru, memperkuat fungsi komunikasi korporasi dan tata kelola perusahaan pengelola infrastruktur LNG di Teluk Jakarta. Penunjukan ini menandai masuknya sosok berpengalaman dari lingkungan Pertamina ke salah satu simpul pasokan gas bagi pembangkit listrik Jakarta dan Jawa Barat.
Paragraf pembuka: Pandjie bukan nama baru di lingkungan Pertamina. Sebelum bergabung dengan Nusantara Regas, ia menjalankan tugas di Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Regional 3 sebagai Assistant Manager Communication Relations, lalu berlanjut ke PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Di anak usaha Pertamina itu, ia menjabat Manager Corporate Social Responsibility (CSR) sekaligus Manager Bioremediasi.
Sebagai Manager CSR PHR, Pandjie menangani program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) di wilayah operasi perusahaan. Cakupannya meliputi pemberdayaan masyarakat, pendidikan, pengembangan UMKM, hingga program lingkungan.
Ia juga memimpin fungsi Bioremediasi PHR, yang bergerak langsung dalam penanganan tanah terkontaminasi di wilayah Rokan. Kombinasi pengalaman komunikasi, hubungan eksternal, dan operasional lingkungan itu menjadi modal saat ia masuk ke Nusantara Regas.
Nusantara Regas mengoperasikan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Nusantara Regas Satu di perairan Teluk Jakarta, plus Onshore Receiving Facility (ORF) Muara Karang. Fasilitas itu menerima LNG, menyimpannya, lalu meregasifikasi gas sebelum disalurkan ke pelanggan.
ORF Muara Karang berperan sebagai hub penyaluran gas hasil regasifikasi. Fasilitas ini punya lima jalur keluaran yang memasok gas ke PLN Muara Karang, PLN Tanjung Priok, PGN Jawa Barat, serta melalui Pertagas untuk kebutuhan PLN Muara Tawar.
Infrastruktur tersebut menopang keandalan pasokan energi bagi pembangkit listrik di Jakarta dan Jawa Barat. Bagi pelanggan PLN di dua wilayah itu, kelancaran operasi Nusantara Regas menentukan stabilitas pasokan listrik sehari-hari.
Di sisi operasional, Nusantara Regas memperkuat keandalan aset dan integritas infrastruktur. Pada September 2026, perusahaan menandatangani nota kesepahaman dengan PT PGAS Solution terkait kesiapsiagaan penanganan keadaan darurat pada sistem pipa bawah laut.
Kerja sama itu mencakup dukungan operasi dan pemeliharaan, engineering, inspeksi, konstruksi, serta layanan teknis infrastruktur energi. Langkah ini memperlihatkan perusahaan menyiapkan lapisan pengamanan tambahan pada aset yang beroperasi di perairan Teluk Jakarta.
Penutup: Penunjukan Corporate Secretary baru menjadi bagian dari penguatan fungsi komunikasi korporasi dan tata kelola Nusantara Regas. Bagi perusahaan yang mengelola infrastruktur gas strategis, kredibilitas komunikasi publik dan kesiapan menghadapi situasi darurat sama pentingnya dengan keandalan teknis fasilitas.