PAPUA — Netflix dikabarkan bersiap melakukan pemutusan hubungan kerja besar-besaran yang mulai beredar sejak Kamis sore waktu setempat. Sumber internal menyebut skala pengurangan karyawan kali ini tergolong signifikan, dengan laporan Puck memperkirakan sekitar 5% dari total tenaga kerja perusahaan terkena dampaknya. Pihak Netflix belum memberikan komentar resmi atas permintaan konfirmasi dari media.
Rumor pemutusan hubungan kerja di Netflix mencuat setelah sejumlah sumber di lingkungan perusahaan membocorkan rencana pengurangan karyawan tersebut. Waktu pastinya masih simpang siur, namun ada yang memperkirakan proses ini dimulai paling cepat Jumat, dengan pekan berikutnya sebagai kemungkinan lain.
Besaran pemangkasan juga belum final. Laporan Puck menyebut angka sekitar 5% dari seluruh karyawan Netflix, sementara sumber lain hanya menyebut skalanya "besar" tanpa merinci jumlah pasti.
Jika terealisasi, ini akan menjadi pemangkasan besar pertama Netflix sejak pengurangan besar-besaran pada 2022. Setelah itu, pemangkasan yang tercatat hanya berskala kecil, seperti pemotongan beberapa lusin karyawan di divisi produk pada Februari lalu.
PHK sendiri sudah jadi hal lumrah di industri media dalam beberapa tahun terakhir. Netflix bukan satu-satunya perusahaan yang menyesuaikan jumlah tenaga kerja di tengah tekanan bisnis.
Saham Netflix tercatat turun lebih dari 40% sepanjang setahun terakhir. Penurunan ini terjadi seiring meningkatnya pengawasan Wall Street terhadap tingkat keterlibatan penonton, yang hanya tumbuh 2% pada paruh pertama tahun ini.
Co-CEO Netflix, Ted Sarandos, sempat menyinggung soal pertumbuhan perusahaan dalam sebuah konferensi Bloomberg pekan lalu. "Secara keseluruhan, kami tidak tumbuh secepat yang saya inginkan, dan kami sedang berupaya mempercepatnya," ujarnya.
Pernyataan Sarandos itu memberi gambaran soal tekanan yang dihadapi Netflix dari sisi pertumbuhan bisnis. Namun, baik ia maupun pihak perusahaan belum buka suara soal rencana PHK yang tengah beredar.
Sampai berita ini diturunkan, Netflix belum merilis pernyataan resmi terkait jumlah, waktu, maupun divisi mana yang akan terdampak. Perkembangan soal PHK ini diperkirakan baru akan jelas dalam beberapa hari ke depan.
Langkah efisiensi Netflix ini menambah daftar panjang perusahaan media dan teknologi yang melakukan penyesuaian tenaga kerja di tengah ketatnya persaingan pasar streaming global.