MERAUKE — Program Kembara (Kelembagaan Masyarakat Berdaya) yang dibawa tim UGM PS014 menyasar satu persoalan konkret: warga Muting selama ini menjual hasil bumi mentah. Pelatihan bertajuk "Strategi Membangun Inisiasi Produk Kewirausahaan bagi Kelembagaan Berbasis Hasil Pertanian" mengajak peserta mengolah potensi sayuran dan hortikultura menjadi produk bernilai tambah.
Kegiatan dipimpin Prof. Dr. Agustinus Supriyanto. Materi pelatihan mencakup identifikasi bahan baku lokal, pengolahan sederhana, teknik pengemasan, hingga strategi pemasaran.
Siapa Saja yang Dilatih di Balai Kampung Mandekman
Puluhan peserta datang dari berbagai unsur kelembagaan kampung. Selain PKK dan Muslimat, hadir Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), kelompok Gereja Katolik, serta Pesantren Al Munawwaroh Mandekman.
Selain tim UGM, pelatihan menghadirkan akademisi Prodi Agribisnis Universitas Musamus sebagai narasumber, yakni Dr. Maria Maghdalena, Nina Maksimiliana Ginting, dan Febri Nur Pramudya.
Pendampingan Tiga Bulan dan Mini Expo Produk Kampung
Wakil Ketua sekaligus Koordinator Lapangan TEP UGM PS014, M. Yusril Mirza, menegaskan pelatihan bukan kegiatan sekali jalan. "Rangkaian Program Kembara tidak berhenti pada pelatihan saja. Pendampingan intensif akan berlanjut dari September hingga November 2026 dan ditutup dengan ajang Mini Expo Inovasi Produk Kampung," katanya dalam keterangan rilis yang diterima Seputarpapua.
Program Kembara dirancang menggerakkan kemajuan ekonomi dari tingkat organisasi hingga individu. Warga didorong tidak sekadar menjual hasil bumi mentah, melainkan mengolahnya menjadi produk siap pasar.
Respons Kepala Distrik hingga Kapolsek Muting
Kepala Distrik Ulilin, Junaidi, mengapresiasi kehadiran TEP UGM. Menurutnya, program itu membantu pengembangan kawasan transmigrasi dan pemerintah daerah.
Kapolsek Muting, Iptu Melkianus Bunga, berharap pelatihan mengubah kelembagaan kampung menjadi wadah produktif yang bernilai ekonomis.
Perwakilan peserta, Siti Lainah dan Yuliana Alimo Mahuse, menyatakan bersyukur karena wawasan mereka terbuka untuk meningkatkan kualitas daerah secara berkelanjutan.
Sejalan dengan Arah Pembangunan Transmigrasi Nasional
Langkah TEP UGM PS014 sejalan dengan arah pembangunan transmigrasi yang ditekankan Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara. Kawasan transmigrasi diarahkan bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, bukan sekadar permukiman.
Kampung Mandekman di Kawasan Transmigrasi Muting punya modal itu. Potensi sayuran dan hortikultura melimpah, tinggal soal kemampuan mengolah dan memasarkan yang kini dilatih.