Pencarian

Pemkab Keerom Salurkan Bibit dan Bantuan Sosial ke 60 Petani Kampung Wonorejo PIR IV, Dorong Lumbung Pangan Berbasis Adat

Minggu, 27 September 2026 • 11:03:32 WIB
Pemkab Keerom Salurkan Bibit dan Bantuan Sosial ke 60 Petani Kampung Wonorejo PIR IV, Dorong Lumbung Pangan Berbasis Adat
Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Keerom Daniel Yulianto menyampaikan sosialisasi ketahanan pangan kepada petani di Kampung Wonorejo PIR IV, Distrik Mannem.

Pemerintah Kabupaten Keerom menyalurkan bantuan bibit dan bantuan sosial kepada 60 petani kelompok Merah Putih di Kampung Wonorejo PIR IV, Distrik Mannem. Penyaluran disertai sosialisasi ketahanan pangan bertema "Masyarakat Adat sebagai Penggerak Lumbung Desa untuk Pangan Berdaulat di Tanah Papua". Program ini menempatkan masyarakat adat, kelompok tani, dan pemerintah sebagai penggerak utama produksi pangan dari tingkat kampung.

JAYAPURA — Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Keerom Daniel Yulianto menyatakan sosialisasi dan pembagian bibit kepada 60 petani kelompok Merah Putih di Kampung Wonorejo PIR IV, Distrik Mannem, menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan daerah. Kegiatan berlangsung pada Jumat (25/9) dan dirangkai dengan penyerahan bantuan sosial.

Menurut Daniel, masyarakat memegang peran kunci dalam membangun ketahanan pangan dari tingkat kampung. Pemanfaatan lahan pertanian perlu dilakukan secara produktif dan berkelanjutan agar hasilnya terasa dalam jangka panjang.

Masyarakat Adat Diposisikan sebagai Penggerak Lumbung Desa

Tema yang diangkat dalam kegiatan itu adalah "Masyarakat Adat sebagai Penggerak Lumbung Desa untuk Pangan Berdaulat di Tanah Papua". Daniel menegaskan masyarakat tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat program.

"Penguatan seperti ini penting dilakukan agar para petani dapat lebih memahami lagi ketahanan pangan berbasis kampung," ujarnya.

Warga kampung diminta terlibat aktif mengelola lahan, meningkatkan produksi, dan menjaga keberlanjutan pangan. Pendekatan itu disesuaikan dengan kondisi serta kearifan lokal setempat.

Sinergi Pemerintah, Kelompok Tani, dan Masyarakat Adat Jadi Kunci

Daniel menyebut peningkatan produktivitas petani harus berjalan seiring penguatan sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat adat, dan kelompok tani. Ketiganya dinilai perlu bergerak bersama agar program ketahanan pangan tidak berhenti di seremonial bantuan.

Menurut dia, penguatan ketahanan pangan membutuhkan kesinambungan program dan pendampingan. Kelompok tani diharapkan mampu mengembangkan usaha pertanian sesuai potensi wilayah masing-masing.

"Karena penguatan ketahanan pangan juga membutuhkan kesinambungan program dan pendampingan agar kelompok tani mampu mengembangkan usaha pertanian sesuai potensi wilayah masing-masing," katanya.

Bantuan Diminta Dikelola Produktif demi Kemandirian Pangan

Pemanfaatan bantuan pertanian diminta dilakukan secara tepat dan produktif. Dengan begitu, hasil usaha tani meningkat sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.

"Kami berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh petani sehingga produksi pertanian meningkat dan pada akhirnya dapat mendukung kemandirian pangan masyarakat di Kabupaten Keerom," ujar Daniel.

Kabupaten Keerom memiliki wilayah pertanian yang tersebar di sejumlah distrik, termasuk kawasan transmigrasi seperti PIR IV Mannem. Penguatan berbasis kampung dinilai menjadi jalur yang sesuai dengan struktur sosial masyarakat setempat.

Follow www.papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: papua.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks