Pencarian

BTN Jajaki Tokenisasi Aset KPR, Bidik Pendanaan Perumahan Lebih Luas

Minggu, 27 September 2026 • 13:54:01 WIB
BTN Jajaki Tokenisasi Aset KPR, Bidik Pendanaan Perumahan Lebih Luas
Direktur Network and Retail Funding BTN Rully Setiawan berbicara dalam sesi Casual Talk pada ajang FEKDI x IFSE 2026 di JICC, Jakarta, Sabtu (26/9/2026).

PAPUA — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menjajaki pemanfaatan teknologi tokenisasi aset digital untuk memperluas akses pendanaan sektor perumahan. Langkah itu ditempuh setelah perseroan menjalankan sekuritisasi aset Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui KIK-EBA dan EBA-SP bersama PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF. Bagi nasabah, skema pendanaan baru ini berpotensi membuka ruang penyaluran KPR yang lebih besar.

Direktur Network and Retail Funding BTN Rully Setiawan mengatakan pengalaman perseroan dalam sekuritisasi aset menunjukkan pentingnya efisiensi pendanaan. Menurut dia, efisiensi itu berperan mengelola maturity mismatch sekaligus membuka ruang untuk penyaluran KPR baru.

Pernyataan itu disampaikan Rully dalam sesi Casual Talk pada ajang FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (26/9/2026). Forum tersebut menjadi panggung BTN memaparkan arah pengembangan pembiayaan perumahan ke depan.

Dari Sekuritisasi KPR ke Tokenisasi Aset

BTN bukan pendatang baru dalam mencari sumber pendanaan alternatif. Perseroan sebelumnya menjalankan sekuritisasi aset KPR lewat Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) dan Efek Beragun Aset-Surat Partisipasi (EBA-SP). Kedua instrumen itu diterbitkan bersama SMF.

Skema tersebut memungkinkan BTN mengubah kumpulan kredit perumahan menjadi efek yang diperdagangkan di pasar modal. Hasilnya, dana segar dari investor bisa kembali diputar untuk membiayai KPR baru. Tokenisasi aset digital menjadi kelanjutan logis dari pengalaman itu.

Prinsip Dasar yang Tak Berubah

Rully menegaskan perkembangan teknologi menuju tokenisasi aset tidak mengubah prinsip dasar yang perlu dijaga. Dia menyebut pengawasan, kualitas underlying asset, transparansi, dan perlindungan investor tetap menjadi syarat utama.

“Kami melihat tokenisasi berpotensi membuka akses terhadap sumber pendanaan yang lebih luas melalui representasi aset secara digital,” kata Rully.

Dengan kata lain, digitalisasi aset bagi BTN bukan sekadar ikut tren. Tujuannya memperluas keran pendanaan agar penyaluran KPR tidak tersendat oleh keterbatasan likuiditas.

Mengapa Penting bagi Pasar Perumahan

Kebutuhan rumah di Indonesia terus tumbuh, sementara sumber dana jangka panjang untuk pembiayaan perumahan relatif terbatas. Bank yang mengandalkan dana pihak ketiga jangka pendek menghadapi risiko maturity mismatch ketika menyalurkan kredit berjangka panjang seperti KPR.

Skema sekuritisasi dan tokenisasi menawarkan jalan keluar. Aset KPR yang sudah berjalan bisa dikonversi menjadi instrumen investasi, sehingga bank mendapat dana baru tanpa harus menunggu cicilan lunas puluhan tahun.

Bagi investor, instrumen berbasis aset KPR menawarkan alternatif dengan underlying yang relatif terukur. Bagi nasabah, pasokan dana yang lebih longgar berpotensi mempercepat persetujuan kredit rumah.

Jalan Panjang Menuju Implementasi

Tokenisasi aset digital masih berstatus penjajakan di BTN. Perseroan belum memerinci target waktu, nilai aset yang akan ditokenisasi, maupun mitra teknologi yang akan digandeng.

Sejumlah tantangan menanti, mulai dari kesiapan regulasi, infrastruktur pasar, hingga penerimaan investor terhadap instrumen berbasis aset digital. Otoritas moneter dan pasar modal disebut-sebut memegang peran kunci dalam menyiapkan kerangka aturan yang memadai.

Langkah BTN ini melengkapi posisi perseroan sebagai bank yang fokus pada sektor perumahan. Jika terwujud, tokenisasi aset KPR bisa menjadi sumber pendanaan baru yang melengkapi skema sekuritisasi yang sudah berjalan, sekaligus memperkuat peran BTN di pasar pembiayaan rumah nasional.

Follow www.papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks