JAYAPURA — Bank Indonesia mencatat nilai transaksi QRIS di Papua dan daerah otonom baru (DOB) mencapai Rp 1,41 triliun pada triwulan II 2026. Capaian itu tumbuh 12,34 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Jumlah pengguna QRIS di wilayah ini juga bertambah sepanjang periode tersebut. Total pengguna kini mencapai 240.441 orang, dengan tambahan 19.022 pengguna baru.
Plh. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, David Sipahutar, menyatakan penguatan ekosistem digital daerah terus dilakukan. "Penguatan ekosistem digital daerah terus kami lakukan," kata David, Senin, 28 September 2026.
Pertumbuhan Pengguna QRIS Capai 10,77 Persen
Pertumbuhan pengguna QRIS tercatat mencapai 10,77 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. Perluasan penggunaan QRIS dilakukan melalui sinergi pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.
Angka ini menempatkan QRIS sebagai salah satu instrumen pembayaran digital yang penetrasinya terus meluas di Papua. Tambahan 19.022 pengguna baru dalam satu triwulan menunjukkan adopsi yang berjalan stabil.
TP2DD Papua dan Jayapura Raih Terbaik Kedua Wilayah Nusampua
Penguatan ekosistem digital juga terlihat dari capaian pemerintah daerah dalam program Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD). TP2DD Provinsi Papua meraih terbaik kedua tingkat provinsi wilayah Nusampua.
TP2DD Kota Jayapura juga meraih terbaik kedua tingkat kota wilayah Nusampua. Penghargaan tersebut menjadi bagian dari capaian Papua dalam penguatan digitalisasi daerah.
Perwakilan Papua Menang Best Knowledge Sharing
Selain capaian kelembagaan, prestasi individu juga diraih perwakilan Papua dalam Katalis P2DD x DIGDAYA 2026. Ratna Abdul Kadir menjadi pemenang kategori Best Knowledge Sharing Wilayah Nusampua.
David menyatakan perluasan digitalisasi akan terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. "Kami akan terus memperluas digitalisasi ekonomi hingga ke penjuru Papua," ujar David.