Pencarian

Kementerian PU Siapkan 2 Sumber Air Alternatif untuk Panen Raya Perdana di Wanam Merauke

Rabu, 30 September 2026 • 08:46:01 WIB
Kementerian PU Siapkan 2 Sumber Air Alternatif untuk Panen Raya Perdana di Wanam Merauke
Kementerian PU menyiapkan sumber air alternatif untuk mendukung panen raya perdana di Wanam, Merauke.

MERAUKE — Kebutuhan air di lokasi tanam bagian utara seluas 20 hektare mencapai 34.560 meter kubik, sementara ketersediaan hanya 805 meter kubik. Defisit inilah yang mendorong Kementerian PU menyiapkan sumber air alternatif sebelum masa panen tiba.

Menteri PU Dody Hanggodo menyebut pengembangan lumbung pangan di berbagai daerah sebagai langkah strategis Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan nasional. Salah satu alternatif yang disiapkan adalah memanfaatkan air rawa dengan estimasi ketersediaan volume sekitar 160.000 meter kubik.

Opsi kedua berupa pemanfaatan air tanah melalui pembangunan sumur. Kementerian PU lebih dulu melakukan survei geolistrik untuk mengidentifikasi akuifer dan potensi air tanah di kawasan tersebut.

Lokasi Selatan Surplus, Lokasi Utara Defisit

Di lokasi panen raya perdana, luas pengolahan tanah mencapai 220 hektare dengan luas penanaman hingga 127 hektare. Pada lokasi tanam bagian selatan seluas 107 hektare, kebutuhan air tercatat 48.384 meter kubik dengan ketersediaan 52.410 meter kubik.

Kondisi berbeda terjadi di bagian utara. Kebutuhan air 34.560 meter kubik hanya terpenuhi 805 meter kubik, sehingga pasokan dari sumber alternatif menjadi keharusan agar penanaman tidak terganggu.

Panen Raya 180 Hektare Ditargetkan Oktober-November

Dody menyatakan panen raya padi di Wanam akan berlangsung sekitar Oktober-November pada lahan seluas 180 hektare. Produksi yang diharapkan mencapai 130-140 ton.

"Sekitar Oktober-November akan ada panen raya padi di Wanam sekitar 180 hektar, (produksi) bisa sekitar 130-140 ton. Bagaimana hebatnya Pak Presiden naruh lumbung pangan nasional di seluruh titik di Indonesia, nggak cuma satu titik di pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi. Jadi begitu di sini kering, di sana masih ada hujan. Hari ini kita bicara cuaca paling bagus di Papua. Untung kita masih punya Wanam," kata Dody dalam keterangannya, Rabu (30/9/2026).

Irigasi Rawa Baru Terealisasi 125,6 Km dari Target 179,1 Km

KSPEAN Wanam merupakan amanat Inpres 14 Tahun 2025 dengan cakupan lahan 10.000 hektare. Karakteristik hidrotopografinya beragam, mulai dari lahan kering, semi-basah, hingga rawa, sehingga sistem pengelolaan air harus disesuaikan per kawasan.

Untuk mendukung tata air, Kementerian PU membangun jaringan irigasi rawa dan pengendalian banjir. Hingga 25 September 2026, realisasi infrastruktur SDA mencapai sekitar 125,6 kilometer dari total target 179,1 kilometer.

Pembangunan infrastruktur SDA menjadi kunci keberlanjutan pertanian di Papua Selatan. Selain memastikan air tersedia saat dibutuhkan, sistem tata air diperlukan untuk mengendalikan kelebihan air di kawasan rawa agar lahan dapat dimanfaatkan lebih optimal.

Follow www.papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks