Pencarian

Pemprov dan DPR Papua Sepakati APBD Perubahan 2026 Senilai Rp3,06 Triliun, Pendapatan Naik 21,32 Persen

Rabu, 30 September 2026 • 11:16:31 WIB
Pemprov dan DPR Papua Sepakati APBD Perubahan 2026 Senilai Rp3,06 Triliun, Pendapatan Naik 21,32 Persen
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri bersama DPR Papua menyepakati APBD Perubahan 2026 senilai Rp3,06 triliun.

JAYAPURA — Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menyatakan persetujuan bersama itu mencerminkan kesamaan pandangan antara pemerintah daerah dan DPR Papua dalam menentukan arah kebijakan pembangunan. Menurutnya, kedua pihak telah memiliki kesepahaman dalam merumuskan kebijakan untuk menjalankan program-program pembangunan.

Penetapan Raperdasi menjadi Perda akan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemerintah daerah akan menindaklanjuti proses tersebut setelah paripurna.

Pendapatan Naik Rp433,31 Miliar, Belanja Melonjak Rp787,02 Miliar

Perubahan struktur anggaran menempatkan pendapatan daerah Papua pada posisi Rp2,46 triliun, naik dari sebelumnya Rp2,03 triliun. Kenaikan itu setara 21,32 persen atau sekitar Rp433,31 miliar.

Dari sisi belanja, anggaran meningkat dari Rp2,27 triliun menjadi Rp3,06 triliun. Lonjakan belanja mencapai 34,64 persen atau sekitar Rp787,02 miliar.

Selisih antara pendapatan dan belanja membuat APBD Papua mengalami defisit Rp592,88 miliar. Defisit akan ditutup melalui penerimaan pembiayaan yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya serta penerimaan utang daerah.

Alokasi Belanja: Gaji Pegawai hingga Infrastruktur

Fakhiri menjelaskan peningkatan belanja daerah diperlukan untuk memastikan pelayanan pemerintahan dan publik tetap berjalan. Anggaran tersebut antara lain dialokasikan untuk membiayai gaji dan tunjangan pegawai, belanja barang dan jasa, hingga pembangunan infrastruktur.

Waktu pelaksanaan program hingga berakhirnya tahun anggaran 2026 dinilai relatif terbatas. Karena itu, ia mengingatkan seluruh perangkat daerah agar melaksanakan anggaran secara efisien, efektif, dan tepat sasaran.

"Setiap rupiah anggaran yang dikeluarkan harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya masyarakat Orang Asli Papua," tegas Fakhiri.

Penguatan Akuntabilitas dan Pengawasan Keuangan Daerah

Pemerintah Provinsi Papua menegaskan komitmen memperkuat akuntabilitas, transparansi, serta pengawasan dalam pengelolaan keuangan daerah. Sinergi antara Pemprov Papua dan DPR Papua disebut menjadi bagian penting dalam memastikan perubahan APBD 2026 tidak sekadar menjaga keberlangsungan pemerintahan.

Fakhiri menyebut perubahan anggaran diarahkan pula untuk memberi dampak terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. Dengan disepakatinya Raperdasi tersebut, pemerintah daerah akan menindaklanjuti proses penetapan sesuai ketentuan yang berlaku.

Follow www.papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritapapuaterkini.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks