Pencarian

Harga Beras Naik September 2026, Premium di Penggilingan Melonjak 10,52%

Kamis, 01 Oktober 2026 • 13:50:31 WIB
Harga Beras Naik September 2026, Premium di Penggilingan Melonjak 10,52%
Harga beras di tingkat penggilingan naik 0,81 persen secara bulanan pada September 2026.

PAPUA — Harga beras di tingkat penggilingan naik 0,81% secara bulanan pada September 2026 dan 6,04% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tertinggi terjadi pada beras premium yang melonjak 10,52% secara tahunan, menurut catatan Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik memaparkan kenaikan harga beras terjadi di sepanjang rantai pasok, mulai dari penggilingan, grosir, hingga eceran. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan data tersebut dalam konferensi pers di kantor pusat BPS, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Angka inflasi bulanan di penggilingan tercatat 0,81%, sementara secara tahunan mencapai 6,04%. Pergerakan ini menjadi perhatian karena beras merupakan komponen utama pembentuk inflasi pangan nasional.

Beras Premium Paling Tertekan

Pemilahan berdasarkan kualitas menunjukkan tekanan harga paling tajam pada beras premium. Di tingkat penggilingan, harga beras premium naik 0,81% secara bulanan dan melesat 10,52% secara tahunan.

Beras medium tidak luput dari kenaikan meski dengan laju berbeda. Harga beras medium di penggilingan naik 0,87% secara bulanan, sedangkan secara tahunan meningkat 4,72%.

"Kalau kita pilah menurut kualitas beras di penggilingan. Beras premium naik mtm 0,81% dan beras premium secara yoy naik 10,52%. Untuk beras medium secara mtm naik 0,87% dan secara yoy beras medium naik 4,72%," ujar Ateng.

Grosir dan Eceran Ikut Naik

Kenaikan harga tidak berhenti di level penggilingan. BPS mencatat harga beras di tingkat grosir mengalami inflasi 0,61% secara bulanan dan 4,93% secara tahunan pada September 2026.

Di tingkat eceran, harga beras mengalami inflasi 0,80% dibandingkan bulan sebelumnya. Secara tahunan, inflasi di level eceran mencapai 3,73%.

Ateng menjelaskan angka eceran tersebut merupakan harga rata-rata beras dari berbagai kualitas di seluruh wilayah Indonesia.

"Sebagai informasi, harga beras yang kami sampaikan merupakan harga rata-rata beras yang mencakup berbagai kualitas dan mencakup di seluruh wilayah Indonesia," tutup Ateng.

Apa Artinya bagi Konsumen dan Pelaku Pasar

Lonjakan harga beras premium sebesar 10,52% secara tahunan berpotensi menekan daya beli rumah tangga menengah ke atas yang menjadi konsumen utama segmen ini. Sementara kenaikan beras medium sebesar 4,72% secara tahunan lebih berdampak pada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang menjadikannya konsumsi harian.

Bagi pelaku usaha, terutama penggilingan dan distributor, kenaikan di sepanjang rantai pasok dari penggilingan hingga eceran mencerminkan tekanan biaya yang merata. Selisih inflasi tahunan antara penggilingan (6,04%) dan eceran (3,73%) menunjukkan sebagian kenaikan di level produsen belum sepenuhnya diteruskan ke konsumen akhir.

Data BPS ini menjadi acuan pemerintah dalam merumuskan kebijakan stabilisasi pangan, termasuk operasi pasar dan penyesuaian harga pembelian pemerintah untuk gabah. Investor di sektor consumer goods dan pertanian biasanya mencermati tren ini untuk menilai margin emiten terkait.

Follow www.papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks