Pencarian

Wakil Wali Kota Jayapura Ajak Warga Bersihkan Abepura Usai Banjir, 150 Paket Sembako Dibagikan

Jumat, 02 Oktober 2026 • 11:16:33 WIB
Wakil Wali Kota Jayapura Ajak Warga Bersihkan Abepura Usai Banjir, 150 Paket Sembako Dibagikan
Wakil Wali Kota Jayapura memimpin apel kerja bakti pembersihan sampah sisa banjir di kawasan Abepura.

JAYAPURA — Pemerintah Kota Jayapura menggelar kerja bakti membersihkan sampah sisa banjir yang melanda kawasan Abepura beberapa hari sebelumnya. Apel peserta dipusatkan di Papua Youth Creative Hub (PYCH), lalu pembersihan menyusur ruas jalan dari PYCH hingga lampu lalu lintas Tanah Hitam dan kawasan Kali Acay.

Kegiatan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), kelurahan, distrik, serta 50 personel DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI). BMP turut menyalurkan 150 paket sembako bagi warga yang terdampak banjir.

Pembagian Titik Pembersihan: OPD hingga Kali Acay

Rustan membagi wilayah kerja kepada tiap unsur yang terlibat. Area hingga lampu merah Tanah Hitam ditugaskan kepada OPD, sedangkan ruas menuju Kali Acay dibagi antara kelurahan dan distrik dengan bantuan BMP serta warga setempat.

Ia berterima kasih kepada seluruh peserta dan menyebut kegiatan ini digagas oleh Barisan Merah Putih. "Ini rumah besar kita, sama-sama kita bersihkan," ujar Rustan.

Rustan: Kota Kotor Bukan karena Tidak Disapu

Dalam arahannya, Rustan menilai akar persoalan kebersihan kota terletak pada kebiasaan warga. Ia meminta warga berhenti membuang sampah ke kali, got, saluran air, maupun badan jalan.

"Kota yang kotor itu bukan karena tidak disapu, tetapi karena warganya buang sampah sembarangan. Tidak mungkin sapu mengejar sampah, tapi orang yang harus menahan diri," katanya.

Rustan juga menyinggung kebiasaan membuang bungkus minuman sembarangan meski tempat sampah sudah tersedia. Ia meminta sampah yang dikumpulkan benar-benar diangkut dalam karung atau plastik, bukan sekadar dipinggirkan di tepi jalan atau got. "Kebersihannya jangan pura-pura," tegasnya.

Menurutnya, sampah bisa menjadi sumber penyakit, menimbulkan bau, dan mengganggu kesehatan warga. Pemkot mengaku telah menyiapkan tempat pembuangan sampah (TPS) beserta petugas kebersihan.

Kerja Bakti Digelar Tiap Minggu Pertama dan Ketiga

Rustan mengingatkan kerja bakti tidak berhenti pada satu hari itu. Sesuai arahan wali kota, kegiatan serupa dijadwalkan setiap minggu pertama dan ketiga tiap bulan, mencakup rumah, halaman, toko, maupun kantor masing-masing.

Ia meminta peserta berhati-hati saat menyeberang dan memastikan setiap OPD, kelurahan, dan distrik menjaga keselamatan jajarannya, termasuk masyarakat yang terlibat.

Temuan Pelanggaran Ruang di Sepanjang Rute

Saat berjalan kaki dari PYCH hingga Kali Acay, rombongan menemukan sejumlah pelanggaran pemanfaatan ruang. Ada usaha bengkel, penjualan bahan bakar eceran, kios, toko, dan usaha pemotongan hewan yang menaruh barang atau hasil usaha di pinggir jalan hingga mengurangi lebar jalan dan mengganggu lalu lintas.

Rustan meminta pemilik usaha menertibkan lokasinya. Khusus usaha pemotongan hewan, ia meminta koordinasi dengan dinas terkait agar dipindahkan ke tempat yang semestinya. Bahu jalan, drainase, dan trotoar, katanya, tidak boleh dipakai berjualan maupun didirikan bangunan.

Pemkot telah memerintahkan tim terpadu mendata para pelanggar. Mereka akan diberi peringatan pertama, kedua, dan ketiga. Jika tetap membandel, penertiban dilakukan secara humanis dan terukur untuk menghindari benturan dengan warga.

"Pemerintah tidak melarang berjualan, kita dukung mereka, tetapi ikuti aturan supaya kota ini rapi, kota ini tertib," ujarnya. Ia menambahkan Perda sudah ada dan harus ditegakkan bersama.

Normalisasi Kali Acay Dijadwalkan Oktober-November 2026

Rustan mengakui masih banyak warga yang belum taat aturan atau sosialisasi yang belum menjangkau semua pihak. Sejumlah kompleks perumahan, menurutnya, dibangun di atas saluran dan membuang sampah ke saluran sehingga air meluap saat hujan.

Sejumlah sungai di Jayapura, termasuk Kali Acay, mengalami pendangkalan. Pemkot berencana melakukan normalisasi dan pengerukan sejak Oktober hingga awal November 2026. Dinas Pekerjaan Umum diperintahkan bekerja bersama Balai Wilayah Sungai dan Pemerintah Provinsi Papua dengan sasaran tiga titik.

"Kalau pemerintah tidak cukup, maka harus dibantu dengan masyarakat," kata Rustan.

BMP Posisikan Diri sebagai Mitra Pemerintah

Ketua DPP BMP RI Max Abner F. Ohee menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak banjir. "Kita BMP membantu warga masyarakat terdampak banjir beberapa hari lalu di Kota Jayapura, khususnya di Kelurahan Wai Mhorock," ujarnya.

Max menyatakan BMP telah berkoordinasi dengan pemerintah dan berposisi sebagai organisasi mitra. Selain membagikan sembako, BMP mengajak warga membersihkan lingkungan. "Selokan-selokan yang tersumbat itu kita bersihkan," katanya.

Ia berharap kegiatan serupa terus berlanjut bersama pemerintah kota dan distrik untuk mendukung program Pemkot membangun dan menjaga kota bersih, aman, dan nyaman.

Follow www.papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritapapua.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks