JAYAPURA — Komisaris Tinggi Vanuatu untuk Australia, Jimmy Nipo, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia atas dukungan dan bantuan berkelanjutan yang diberikan kepada Vanuatu. Menurut Nipo, donasi tersebut mencerminkan hubungan yang kuat antara kedua negara dan akan berkontribusi memperkuat hubungan bilateral.
Peralatan itu disumbangkan melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan diterima langsung oleh Kepala Medis VNH, Dr. Robert Vocor. Penyerahan berlangsung di atas kapal rumah sakit Angkatan Laut Indonesia, Jumat (2/10/2026).
Klinik Freshwater Kini Bisa Layani Rontgen di Satu Lokasi
Selama ini pasien yang berkonsultasi di Klinik Freshwater harus kembali ke rumah sakit utama untuk mengakses layanan penunjang seperti tes darah atau rontgen. Kondisi itu dinilai menyulitkan warga yang datang berobat.
"Salah satu tantangan yang kami hadapi adalah ketika pasien datang ke Klinik Freshwater untuk konsultasi, saat ini tidak ada fasilitas untuk layanan seperti tes darah atau rontgen," kata Dr. Vocor.
Dia menjelaskan, mesin rontgen portabel akan membantu mengatasi kesenjangan itu dengan memungkinkan Klinik Freshwater menyediakan lebih banyak layanan di satu lokasi.
"Alat rontgen portabel ini akan memungkinkan kami untuk meningkatkan layanan di Klinik Freshwater, sehingga ketika pasien datang ke sana, mereka dapat mengakses layanan rontgen dan perawatan penting lainnya tanpa harus kembali ke rumah sakit utama," ucapnya.
Dukung Desentralisasi Layanan Penyakit Tidak Menular
Direktur Layanan Korporat, Kebijakan dan Perencanaan Kementerian Kesehatan Vanuatu, Dr. Posikai Samuel Tapo, menyebut peralatan tersebut akan berkontribusi pada upaya desentralisasi layanan kesehatan, khususnya bagi pasien penyakit tidak menular (PTM).
"Kami berupaya memantau pasien PTM sambil mendesentralisasikan beberapa fungsi dan layanan ke klinik lain di Freshwater. Ini akan sangat mendukung pekerjaan yang dilakukan oleh rumah sakit," kata Dr. Tapo.
Mesin rontgen portabel diharapkan memperkuat layanan diagnostik di Klinik Freshwater dan mendekatkan layanan kesehatan esensial kepada pasien.
Bantuan Lain: 15.000 Tablet Gliclazide hingga Tangki Air
Donasi kepada Kementerian Kesehatan Vanuatu tidak hanya berupa mesin rontgen portabel. Paket bantuan mencakup 15.000 tablet gliclazide 60 mg, obat oral resep untuk mengobati diabetes tipe 2, sebuah tangki air, dan semen.
Bantuan diserahkan bersamaan dengan kedatangan kapal KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 di Port Vila. Kapal rumah sakit itu akan memberi pelayanan medis sampai 6 Oktober 2026 dalam program Kunjungan Pelabuhan Indonesia 2026 bertema "Menjembatani Bangsa-Bangsa, Melayani Kemanusiaan".
Vanuatu Jadi Negara Pasifik Pertama dalam Misi Regional
Vanuatu menjadi negara Pasifik pertama yang dikunjungi kapal rumah sakit selama misi regionalnya. Setelah Port Vila, misi berlanjut ke Fiji, Kepulauan Solomon, dan Papua Nugini dengan fokus utama layanan kesehatan.
Tim medis yang diterjunkan mencakup spesialis penyakit dalam, bedah minor, anestesiologi, dan kedokteran umum. Kedutaan Besar Indonesia menyebut komponen kesehatan misi ini tidak hanya untuk bantuan medis segera, tetapi juga membuka peluang pertukaran profesional antara praktisi dan institusi kesehatan Indonesia dan Pasifik.
Rangkaian kunjungan juga mencakup bantuan sosial, rehabilitasi ringan fasilitas umum, penyediaan kebutuhan pokok, dan kegiatan lingkungan termasuk penanaman bibit kelapa. Warga kedua negara bisa berinteraksi lewat kegiatan open ship, pertunjukan budaya, acara olahraga dan persahabatan, serta program pendidikan.
Indonesia menyatakan program ini dikembangkan melalui konsultasi dengan Pemerintah Vanuatu dan pemangku kepentingan lokal untuk menanggapi prioritas serta kebutuhan yang diidentifikasi secara lokal. Misi yang lebih luas diperkirakan berlangsung dari 14 September hingga 12 November, dengan kapal rumah sakit berfungsi sebagai platform keterlibatan di bidang kesehatan, pendidikan, budaya, dan pengembangan masyarakat.