Badan Pusat Statistik Provinsi Papua mencatat Australia menjadi negara tujuan terbesar ekspor Papua pada Juli 2026 dengan nilai 2.610,88 ribu dolar AS atau 68,39 persen dari total ekspor. Total ekspor Papua periode itu mencapai 3.817,42 ribu dolar AS, turun 45,80 persen dibanding Juni 2026 yang senilai 7.042,63 ribu dolar AS.
JAYAPURA — Pelaksana Tugas Kepala BPS Provinsi Papua Akhmad Jaelani menyebut Australia diikuti Papua Nugini dengan nilai 458,23 ribu dolar AS atau 12,00 persen, dan Selandia Baru senilai 392,71 ribu dolar AS atau 10,29 persen. Posisi tiga negara itu menegaskan arah pasar ekspor Papua yang masih terkonsentrasi ke kawasan Pasifik dan Oseania.
Komoditas Nonmigas Dominasi 99,87 Persen
Ekspor Papua pada Juli 2026 didominasi komoditas nonmigas sebesar 99,87 persen atau senilai 3.812,51 ribu dolar AS. Sementara ekspor migas hanya 0,13 persen atau 4,91 ribu dolar AS.
"Ekspor Papua pada Juli 2026 didominasi komoditas nonmigas sebesar 99,87 persen atau senilai 3.812,51 ribu dolar AS, sedangkan ekspor migas hanya sebesar 0,13 persen atau 4,91 ribu dolar AS," ujar Akhmad.
Golongan kayu dan barang dari kayu (HS44) masih menjadi penyumbang terbesar komoditas nonmigas dengan nilai 3.359,13 ribu dolar AS.
Mengapa Nilai Ekspor Anjlok 45,80 Persen
Akhmad menjelaskan penurunan tajam nilai ekspor Papua pada Juli 2026 dibanding Juni 2026. Nilai ekspor bulan sebelumnya mencapai 7.042,63 ribu dolar AS, sementara Juli hanya 3.817,42 ribu dolar AS.
"Berdasarkan data yang kami himpun total ekspor Papua pada Juli 2026 mencapai 3.817,42 ribu dolar AS," katanya.
Penurunan hampir separuh itu terjadi di tengah dominasi kayu dan barang dari kayu yang nilainya mencapai 3.359,13 ribu dolar AS. Komoditas ini menjadi penopang utama ekspor nonmigas Papua pada periode tersebut.
87,99 Persen Ekspor Dimuat Lewat Pelabuhan Luar Papua
Dari sisi pelabuhan muat, ekspor yang dimuat langsung melalui pelabuhan di wilayah Papua tercatat 458,23 ribu dolar AS atau 12,00 persen melalui Pelabuhan Jayapura. Sisanya, sebagian besar ekspor Papua dimuat melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dengan nilai 3.359,13 ribu dolar AS atau 87,99 persen.
"Lalu dari sisi pelabuhan muat, ekspor yang dimuat langsung melalui pelabuhan di wilayah Papua tercatat 458,23 ribu dolar AS atau 12,00 persen melalui Pelabuhan Jayapura," ujar Akhmad.
Data ini menunjukkan arus logistik ekspor Papua masih bergantung pada pelabuhan di luar wilayah, khususnya Tanjung Perak. Nilai ekspor yang dimuat lewat Pelabuhan Jayapura setara dengan nilai ekspor ke Papua Nugini, mengindikasikan keterkaitan langsung antara tujuan pasar dan jalur muat.
BPS Provinsi Papua mencatat seluruh angka tersebut berdasarkan hasil penghimpunan data ekspor periode Juli 2026 di Jayapura.