Pencarian

Miranda Lambert Rilis Album Crisco, Gabungkan Country dan Disco

Senin, 05 Oktober 2026 • 21:20:01 WIB
Miranda Lambert Rilis Album Crisco, Gabungkan Country dan Disco
Penyanyi Miranda Lambert mengumumkan album barunya bertajuk Crisco yang menggabungkan musik country dan disco.

PAPUA — Miranda Lambert mengumumkan album barunya bertajuk Crisco yang menggabungkan musik country dengan sentuhan disco. Album ini diperkenalkan lewat acara Crisco Disco Drag Brunch di Nashville, sebuah perayaan yang menurut Lambert menjadi cara paling tepat untuk membangun suasana rekaman. Penyanyi berusia 42 tahun itu juga masuk nominasi tujuh penghargaan di CMA Awards tahun ini.

Lambert merancang Crisco sebagai proyek yang lebih ringan dibanding karya-karya sebelumnya. Ia mengaku ingin bersenang-senang di titik kariernya yang sudah sangat mapan. "I felt like now more than ever, what's to lose?" ujarnya saat berbincang dengan Rolling Stone.

Latar Belakang Nama Crisco dan Konsep Album

Judul Crisco diambil dari perpaduan dua genre yang selama ini jarang disatukan: country dan disco. Lambert membayangkan nuansa era Dolly Parton dalam "Islands in the Stream", string yang tebal dan berlapis, serta sosok rhinestone cowboys.

Ia mengakui pengaruh disco mungkin terasa janggal bagi sebagian penggemar country. Namun Lambert sudah menikmati eksplorasi suara tahun 70-an lewat lagu "A Song to Sing" bersama Chris Stapleton. Dari situ ia dan co-producer Jesse Frasure memutuskan menulis lebih banyak lagu dengan nuansa serupa.

"The Seventies is such an inspiring time in music in general, and especially in country music," kata Lambert. "Great songs were great songs, and it didn't have to live in a box."

Drag Brunch Jadi Pembuka yang Dipilih Lambert

Lambert pertama kali memperkenalkan Crisco lewat acara Crisco Disco Drag Brunch di Nashville. Ia menyebut drag brunch sebagai tempat paling menyenangkan di dunia, dengan mimosa dan orang-orang yang tampil sepenuhnya sebagai diri sendiri.

"I don't know if there's a more joyful place on Earth than a drag brunch," ujar Lambert. "It's just, like, mimosas and people being their full selves and no-holds-barred. It felt like it would set the tone for this record."

Ukuran kesuksesan versi Lambert juga sederhana. "If someone dresses like you and covers you in a drag show, to me, you made it," katanya.

Isi Album: Duet hingga Balada Country

Crisco dibuka dengan "Snakeskin Boots", duet Lambert bersama Ella Langley yang membawa energi khasnya. Ada pula lagu "To Everything" dengan crescendo yang menonjol, serta balada country "Two Things Can Be True" yang terinspirasi Patsy Cline.

Lambert tetap menampilkan sisi nakalnya di "Whiskey Business", dengan lirik "gonna go all night and sleep all afternoon". Ia juga bercanda soal panggung disco. "I'll have some disco balls, but they won't be balls, if that makes sense," ujarnya.

Karier Multi-Peran dan Kolaborasi dengan Ella Langley

Dalam beberapa tahun terakhir, Lambert memperluas perannya di industri musik. Ia menjadi produser, membantu Langley menggarap album terobosan Dandelion. Ia juga pemilik label, pengusaha fesyen, dan co-writer lagu "Choosin' Texas" yang disebut sebagai lagu paling sukses dalam sejarah Billboard Hot 100.

Kolaborasi itu meninggalkan kesan mendalam bagi Langley. "Working with Miranda was special because she's someone I've looked up to long before I ever imagined getting to make a record with her," kata Langley kepada Rolling Stone. "And beyond that, she's so generous and honest, and she brings that into the way she works. She gave me the confidence to trust my instincts."

Nominasi CMA Awards dan Solidaritas Perempuan di Country

Lambert masuk nominasi tujuh trofi di CMA Awards tahun ini, meski tidak merilis album sendiri pada periode penjurian. Crisco baru akan memenuhi syarat untuk ajang penghargaan tahun depan.

Ia juga menyoroti persaingan ketat antarpenyanyi perempuan di radio country, yang menurutnya jarang memberi ruang lebih dari 10 persen untuk artis perempuan. Lambert memilih fokus mengangkat penyanyi lain ketimbang bersaing.

"We need to do this together," katanya. "We don't have to be best friends all the time. We don't have to be a sisterhood all the time, but I think it's really important to lean on each other when we need to, and to support each other, because we know what it takes to do this. And it ain't easy."

Saat merilis debut pada 2005, Lambert tidak punya banyak figur perempuan yang membimbingnya. Kini ia berperan sebagai mentor, tempat berdiskusi, dan pendukung bagi musisi baru seperti Langley.

Crisco menandai babak baru Lambert yang lebih santai namun tetap diperhitungkan, dengan perpaduan country-disco yang jarang ia sentuh sepanjang kariernya.

Follow www.papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rollingstone.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks