PAPUA — Badan Film Nasional Prancis (CNC) resmi menggandakan bantuan dana untuk kampanye Oscar film-film negaranya. Langkah ini diumumkan dalam konferensi ekspor film dan televisi di kantor CNC, sekaligus menunjuk Sébastien Cauchon sebagai penghubung khusus Academy Awards. Kebijakan baru ini menyasar lebih banyak kategori, bukan hanya film internasional terbaik.
Prancis belum pernah lagi membawa pulang piala Oscar kategori film internasional terbaik sejak Régis Wargnier menang lewat "Indochine" pada 1993. Meski nominasi terus berdatangan, kemenangan itu tak kunjung terulang. CNC kini mengubah pendekatan agar film dan talenta Prancis lebih terlihat di mata para pemilih Academy.
Dana Kampanye Digandakan, Fokus ke Semua Kategori
Melalui strategi anyar yang diumumkan dalam konferensi di kantor CNC, lembaga pemerintah itu menggandakan bantuan finansial untuk kampanye Oscar. Tujuannya bukan cuma memperkuat posisi di kategori film internasional, tapi juga menyasar kategori sutradara, akting, skenario, dan craft.
CNC menilai Prancis terlalu lama terpaku pada satu kategori. Padahal, produksi dan talenta Prancis tersebar luas di berbagai bidang. "Di Prancis, kami kadang terlalu fokus pada kategori film internasional terbaik," kata Cauchon dalam konferensi tersebut. "Tapi kami punya keragaman produksi dan talenta yang membuat kami terwakili jauh lebih luas di semua kategori."
Sébastien Cauchon Ditunjuk sebagai Penghubung Oscar
Dalam peran barunya sebagai penghubung Academy Awards, Cauchon akan memimpin kampanye untuk "Minotaur". Film garapan Andrey Zvyagintsev itu memenangkan Grand Prize di Cannes dan akan mewakili Prancis di ajang Oscar tahun ini.
Cauchon bukan nama baru di dunia kampanye penghargaan. Ia baru saja mendirikan konsultan Cinema Collectors di Paris, setelah sukses menangani kampanye Oscar untuk "Two People Exchanging Saliva" karya Natalie Musteata dan Alexandre Singh. Ia juga pernah menjadi konsultan dan publicist internasional untuk kampanye Mubi bagi "The Substance" arahan Coralie Fargeat, serta lama bekerja sama dengan Florian Zeller dalam "The Father" yang meraih dua Oscar.
Menurut Cauchon, strategi penghargaan belum lazim di Prancis maupun Eropa. Pekerjaan ini menggabungkan publisitas, pemasaran, dan pengaruh agar film serta talenta dilihat anggota Academy dan tetap diperhatikan sepanjang musim penghargaan.
Film Lain yang Berpeluang Masuk Nominasi
Selain "Minotaur", sejumlah film yang masuk daftar pendek komite Prancis berpotensi muncul di nominasi. Ada "La Gradiva" karya Marine Atlan yang menang di Cannes Critics Week, "Iron Boy" animasi Louis Clichy yang meraih penghargaan di Un Certain Regard Cannes, dan "De Gaulle" arahan Antonin Baudry.
Léa Seydoux juga tampil di dua film sekaligus, yakni "The Unknown" karya Arthur Harari dan "Gentle Monster" arahan Marie Kreutzer. Pendekatan baru CNC akan mengumpulkan sumber daya lebih awal dan bekerja sama dengan distributor Amerika Serikat.
Prancis Kalah di Medan Streaming
Ketegangan antara posisi budaya Prancis dan pasar global yang makin kompetitif mewarnai konferensi tersebut. Presiden CNC Gaëtan Bruel menyoroti bahwa Prancis masih menjadi negara ketiga paling terwakili setelah AS dan Inggris dalam hal konten yang disiarkan di TV linear global pada 2025.
Namun, capaian itu tak berbanding lurus di platform streaming. "Kami menghabiskan bertahun-tahun merayakan fakta bahwa kami mengisi 100 besar peringkat fiksi di televisi, tanpa melihat bahwa kami kalah dalam pertempuran streaming," ujar Bruel.
Ia membandingkan dengan Spanyol dan Korea Selatan. "Untuk jelasnya, pelanggan Netflix Spanyol menonton serial Spanyol lebih dulu, di atas serial Amerika," katanya. "Pelanggan Prancis menonton serial Amerika lebih dulu, lalu lebih banyak serial Spanyol dan Korea dibanding Prancis."
Tantangan dari Raksasa Teknologi dan AI
Presiden UniFrance Gilles Pélisson memperingatkan bahwa kebangkitan raksasa teknologi, platform streaming, dan AI telah mengubah peta kekuatan produser konten Eropa. "Raksasa teknologi, yang kini menjadi penerbit, mengambil kekuasaan," ucap Pélisson.
Bruel menambahkan, pasar seperti Korea dan Spanyol terdorong berpikir internasional sejak awal karena industri domestik mereka tak cukup menopang produksi sendiri. Prancis, sebaliknya, lama bergantung pada sistem pembiayaan, produksi, dan distribusi internal yang kuat. Kekuatan itu dinilai membuat Prancis kurang perlu memikirkan pasar internasional sejak awal proyek.
Strategi baru CNC menjadi sinyal bahwa Prancis mulai membenahi cara bertarung di panggung global, dari kampanye Oscar hingga persaingan streaming.