Pencarian

Ben Affleck Viral karena Paham AI, Startup InterPositive Dibeli Netflix

Jumat, 09 Oktober 2026 • 11:21:31 WIB
Ben Affleck Viral karena Paham AI, Startup InterPositive Dibeli Netflix
Ben Affleck membahas neural network, transformer, dan GPU dalam wawancara bersama GQ.

PAPUA — Ben Affleck menjadi perbincangan di komunitas teknologi setelah wawancaranya soal neural network, transformer, dan GPU beredar luas di media sosial. Aktor yang juga pendiri startup InterPositive ini disebut-sebut terlibat dalam akuisisi perusahaannya oleh Netflix, dengan nilai transaksi yang dilaporkan mencapai USD 587 juta atau sekitar Rp 9,7 triliun.

Wawancara Ben Affleck bersama GQ dalam program One More Question memperlihatkan sisi lain aktor Hollywood tersebut. Ia membahas cara kerja model AI, arsitektur transformer, hingga peran GPU dalam pengembangan kecerdasan buatan modern.

Kemampuan Affleck menjelaskan teknologi rumit dengan bahasa yang mudah dipahami membuat cuplikan wawancaranya menyebar di berbagai platform media sosial. Komunitas teknologi pun memberi perhatian lebih pada penjelasannya.

Bukan Sekadar Ikut Tren AI

Affleck tidak hanya menyinggung penggunaan ChatGPT atau AI untuk membuat gambar. Ia menjelaskan bagaimana jaringan saraf buatan mempelajari pola dari data dan mengapa teknologi tersebut berpeluang besar mengubah proses produksi film.

Yang membuat pembahasannya menonjol adalah cara ia menghubungkan konsep teknis dengan kebutuhan nyata para pembuat film. Alih-alih membicarakan AI sebagai teknologi yang sedang populer, ia melihatnya sebagai alat bantu untuk menyelesaikan pekerjaan produksi.

Penjelasannya mencakup peran GPU sebagai komponen penting dalam pengembangan AI modern. Affleck juga membahas transformer, arsitektur yang dipakai banyak model AI generatif saat ini.

InterPositive dan Jejak Teknologi Affleck

Pengetahuan Affleck soal AI bukan sekadar hobi. Aktor sekaligus sutradara berusia 54 tahun itu merupakan pendiri InterPositive, perusahaan teknologi yang mengembangkan perangkat AI untuk industri perfilman.

InterPositive berfokus pada pemanfaatan AI untuk membantu pekerjaan pascaproduksi dan pengolahan gambar dalam film. Teknologi semacam ini berpotensi membantu sineas melakukan penyesuaian visual, mengatasi kendala teknis pengambilan gambar, dan menyederhanakan proses produksi yang sebelumnya memakan waktu panjang.

Startup tersebut kemudian diakuisisi Netflix sebagai bagian dari upaya memperluas pemanfaatan teknologi dalam produksi konten. Langkah ini menandai minat platform streaming besar terhadap perangkat AI yang dirancang khusus untuk kebutuhan industri kreatif.

Nilai Akuisisi yang Masih Simpang Siur

Akuisisi InterPositive oleh Netflix sempat menjadi sorotan karena nilai transaksinya dilaporkan mencapai USD 587 juta atau sekitar Rp 9,7 triliun, dengan asumsi kurs Rp 16.500 per dolar AS.

Affleck menyatakan angka yang beredar tersebut tidak akurat. Nilai resmi transaksi belum dipublikasikan secara terbuka oleh pihak Netflix maupun InterPositive.

Meski demikian, Affleck menekankan pentingnya menempatkan teknologi sebagai alat bantu bagi para pembuat film, bukan sebagai pengganti kreativitas manusia. Pandangan ini sejalan dengan posisi InterPositive yang mengembangkan AI untuk mendukung, bukan menggantikan, peran sineas dalam proses produksi.

Perbincangan soal Affleck dan AI menunjukkan bagaimana batas antara figur hiburan dan pelaku teknologi semakin tipis. Minat Netflix terhadap InterPositive juga memberi sinyal bahwa adopsi AI di industri konten tidak lagi sekadar wacana, melainkan bagian dari strategi produksi jangka panjang.

Follow www.papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks