PAPUA — Charles Hudson telah menghabiskan lebih dari satu dekade berinvestasi di perusahaan rintisan tahap awal. Sebagai pendiri dan managing partner di Precursor Ventures, ia menyaksikan perubahan besar di pasar yang memaksa para pendiri untuk kreatif dan meninggalkan buku panduan penggalangan dana lama.
Dalam episode terbaru podcast Build Mode, Hudson berbincang dengan Isabelle Johannessen, pimpinan Startup Battlefield. Mereka membahas hambatan yang dihadapi pendiri startup tahap awal dan kesalahan paling umum yang harus dihindari agar berhasil didanai.
Valuasi tinggi tidak selalu cocok untuk setiap perusahaan. Meskipun bisa menarik perhatian media dan melegitimasi perusahaan di mata investor lain, pendiri harus realistis tentang ekspektasi yang mereka tetapkan. Yang terpenting, pikirkan siapa yang akan masuk ke dalam cap table (daftar pemegang saham) Anda.
"Risiko sesungguhnya dari pendanaan besar adalah Anda bisa menjadi tahanan di perusahaan Anda sendiri," ujar Hudson. "Anda mengumpulkan semua uang itu dan menjual visi besar. Mereka tidak ingin uangnya kembali — mereka ingin Anda membangun sesuatu yang layak dengan apa yang telah mereka berikan."
Apakah cek besar sepadan dengan bekerja sama dengan investor yang tidak cocok selama 10 tahun ke depan? Pertanyaan ini harus dijawab dengan jujur oleh setiap pendiri.
Jangan hanya terpesona oleh nama besar atau nominal pendanaan. Hudson menyarankan para pendiri untuk berbicara dengan pendiri startup lain yang pernah didanai oleh calon investor tersebut. Cari tahu seberapa besar value-add yang bisa diberikan investor, seperti dukungan rekrutmen, strategi go-to-market, atau koneksi ke tim platform lainnya.
"Ingat, para venture capitalist (VC) sedang merayu Anda sama seperti Anda merayu mereka," tegasnya. Verifikasi klaim yang mereka buat. Jangan sampai Anda hanya mendapatkan uang tanpa dukungan berarti.
Tidak semua bisnis hebat adalah bisnis berskala venture. Modal ventura hanya bekerja jika Anda membangun perusahaan yang mampu mengembalikan dana investasi — bukan sekadar bisnis yang menguntungkan.
"Saya akhir-akhir ini lebih sukses ketika berkata terus terang, 'Inilah yang dibutuhkan modal ventura dari Anda. Mari kita abstraksikan dari perusahaan Anda. Apakah ini jenis bisnis yang benar-benar ingin Anda bangun?'" kata Hudson.
Pertanyaan ini penting karena banyak pendiri yang gagal karena memaksakan model pendanaan yang tidak sesuai dengan skala bisnis mereka.
Dunia modal ventura telah berubah drastis dalam beberapa tahun terakhir. Investor tidak lagi hanya mengevaluasi startup Anda dibandingkan dengan perusahaan rintisan tahun lalu. Mereka juga membandingkan Anda dengan perusahaan AI dengan pertumbuhan tercepat dalam sejarah.
"Startup yang pertumbuhannya dua kali lipat, tiga kali lipat, bahkan empat kali lipat, mendengar pesan dari pasar bahwa itu bagus, tapi belum hebat," jelas Hudson. Standar ekspektasi kini jauh lebih tinggi, terutama di era hiruk-pikuk kecerdasan buatan.
Episode baru Build Mode tayang setiap hari Kamis. Podcast ini bisa disimak di Apple Podcasts, Spotify, atau YouTube.