JAYAPURA — Abner Krey, antropolog dari Universitas Cenderawasih (Uncen), menilai pengembangan UMKM berbahan baku sagu bukan sekadar soal ekonomi. Menurutnya, langkah ini menjadi kunci untuk mempertahankan sagu sebagai sumber pangan pokok sekaligus warisan budaya masyarakat Papua.
"Sagu harus dipertahankan sebagai salah satu sumber pangan pokok masyarakat Papua. Jika kehilangan sagu, kita bukan hanya kehilangan makanan tetapi juga kehilangan bagian penting dari identitas dan warisan budaya Papua," kata Abner di Jayapura, Selasa.
Ketahanan Pangan Tak Cuma Soal Beras
Abner menekankan bahwa konsep ketahanan pangan di Papua tidak bisa disamakan dengan daerah lain. Ukuran keberhasilannya, ujar dia, bukan dari banyaknya pasokan beras yang masuk, melainkan akses masyarakat terhadap pangan dari lingkungan sendiri.
"Ketahanan pangan Papua tidak bisa hanya diukur dari banyaknya beras yang masuk namun harus melihat apakah masyarakat masih memiliki akses terhadap pangan yang berasal dari lingkungan mereka sendiri," jelasnya.
Pergeseran Konsumsi di Perkotaan Kian Terasa
Kekhawatiran Abner beralasan. Ia mengamati pergeseran pola konsumsi dari sagu ke beras sudah terjadi, terutama di wilayah perkotaan. Akses terhadap beras yang lebih mudah dan praktis menjadi pemicu utamanya.
"Perubahan tersebut terjadi terutama di wilayah perkotaan, di mana akses terhadap beras jauh lebih mudah dibandingkan dengan sagu," katanya.
Sagu Jadi Benteng dari Gangguan Pasokan
Kondisi ini, menurut Abner, membuat Papua rentan terhadap gejolak pasokan pangan. Mulai dari masalah distribusi, kenaikan harga, hingga gangguan akibat faktor ekonomi atau geografis. Sebaliknya, sagu memiliki nilai strategis karena tumbuh alami dan sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama ratusan tahun.
"Sagu memiliki nilai strategis karena mampu tumbuh secara alami dan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama ratusan tahun," ujar dia.
Oleh karena itu, pengembangan UMKM berbasis sagu dinilai sebagai langkah konkret untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam sekaligus memperkuat ekonomi lokal Papua.