Pencarian

Perang Lawan Tambang Ilegal di Bangka Belitung, Produksi Timah TINS Bisa Terdongkrak

Selasa, 11 Agustus 2026 • 11:42:01 WIB
Perang Lawan Tambang Ilegal di Bangka Belitung, Produksi Timah TINS Bisa Terdongkrak
Penertiban tambang ilegal di Bangka Belitung dinilai dapat membuka ruang peningkatan produksi bijih timah PT Timah (TINS).

PAPUA — Bayangkan, hingga 80 persen produksi timah di Bangka Belitung diperkirakan berada di luar sistem resmi. Angka itu disebut langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Konsekuensinya, PT Timah (TINS) sebagai produsen resmi harus berbagi ruang dengan para penambang ilegal yang memasok bijih timah di luar rantai pasok formal.

Kondisi ini sudah terasa dampaknya. Pada semester I-2025, produksi bijih timah TINS hanya mencapai 6.997 ton. Jumlah itu merosot 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Manajemen perseroan pun mengakui bahwa persaingan dengan penambang ilegal menjadi salah satu faktor utama penekan produksi.

Kebocoran Ekspor Capai Ribuan Ton

Persoalan tambang ilegal ini bukan sekadar soal produksi di dalam negeri. Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (Indonesian Tin Exporters Association) memperkirakan kebocoran ekspor mencapai 12.000 ton per tahun. Artinya, ada ribuan ton timah yang diperdagangkan secara ilegal dan tidak tercatat dalam sistem ekspor resmi negara.

Jika penertiban berjalan efektif, ruang bagi TINS untuk memperoleh bijih timah dari masyarakat akan semakin terbuka. Pasokan yang tadinya tersedot ke jalur ilegal berpotensi mengalir ke ekosistem resmi. Hal ini bisa menjadi katalis positif bagi perseroan untuk mengejar target produksi dan memperkuat rantai pasoknya.

Dari Kebijakan ke Peluang Perbaikan Kinerja

Laporan Reuters menyebutkan bahwa pemerintah serius membereskan persoalan ini. Target penutupan sekitar 1.000 tambang ilegal di Bangka Belitung menjadi sinyal kuat bahwa negara hadir untuk melindungi industri strategis. Bagi TINS, kebijakan ini bukan sekadar soal kepatuhan regulasi, melainkan peluang untuk memulihkan tingkat produksi yang sempat tertekan.

Pertanyaannya kini, seberapa cepat eksekusi di lapangan berjalan. Semakin cepat tambang ilegal ditutup, semakin besar pula peluang TINS untuk mengerek produksi pada paruh kedua tahun ini. Investor pun akan mencermati langkah konkret pemerintah sebagai indikator perbaikan fundamental kinerja emiten berkode saham TINS tersebut.

Follow www.papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks