Pencarian

Taipan Papua, Ular Paling Mematikan Ketiga di Dunia, Tersebar di Pesisir Papua dan Australia

Senin, 06 Juli 2026 • 12:32:02 WIB
Taipan Papua, Ular Paling Mematikan Ketiga di Dunia, Tersebar di Pesisir Papua dan Australia
Ular taipan pesisir tersebar di pesisir Papua dan Australia dengan habitat beragam.

JAYAPURA — Ular taipan pesisir, yang dalam bahasa Inggris disebut coastal taipan atau common taipan, adalah spesies taipan yang habitatnya meliputi daerah hangat dan basah hingga wilayah pesisir tropis, hutan monsoon, hutan sklerofil, hutan terbuka (woodlands), serta padang rumput alami maupun buatan. Ular ini juga kerap ditemukan di tumpukan barang tidak terpakai, liang hewan yang tidak terawat, batang kayu berongga, dan tumpukan vegetasi atau dedaunan sebagai tempat berlindung.

Taipan Papua: Kerabat Dekat Ular Paling Mematikan di PNG

Menurut data dari Australian Venom Research Unit di Universitas Melbourne, kematian akibat gigitan ular merupakan salah satu penyebab kematian yang paling diabaikan di Papua Nugini. Diperkirakan sekitar 1.000 orang meninggal setiap tahun akibat gigitan ular di negara tersebut.

Spesies yang paling sering menyebabkan gigitan adalah taipan Papua dan ular berbisa maut (death adder). Taipan Papua umumnya mendominasi di padang rumput savana pesisir selatan PNG, terutama di Provinsi Tengah, NCD, Provinsi Milne Bay, Provinsi Gulf bagian timur, serta wilayah South- dan Middle-Fly di Provinsi Barat.

Kematian Akibat Gigitan Ular di Papua Indonesia

Di Indonesia, kasus gigitan ular berbisa juga pernah terjadi di Papua Tengah. Seorang anggota satgas Amole, Brigadir Kepala Desri Sahrondi, tewas setelah digigit ular jenis death adder pada Sabtu (27/7/2019) saat menjaga rekan-rekannya yang mandi di Kali Iwaka. Ular yang sama juga menewaskan seorang anak kecil di Mapurujaya, Distrik Mimika Timur, dan seorang ibu rumah tangga bernama Rostina di Kompleks Asmat, Kelurahan Wania, Kabupaten Mimika.

Buku “Top Ten Deadliest Snakes In The World” menyebutkan bahwa ular death adder memiliki racun jenis neurotoksin yang bekerja cepat dan sangat mematikan. Racun gigitannya dapat memicu kelumpuhan hingga menghentikan fungsi pernapasan secara total, dan dapat menyebabkan kematian hanya dalam waktu enam jam jika tidak segera ditangani secara medis.

WHO Catat 140 Ribu Kematian Akibat Gigitan Ular per Tahun

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sekitar 80 ribu hingga 140 ribu orang setiap tahunnya meninggal akibat gigitan ular di seluruh dunia. Prof Dr Ronald G Petozc dalam bukunya, Konservasi Alam dan Pembangunan di Papua, menulis bahwa ular di Tanah Papua cukup terwakili, mulai dari jenis hitam berbisa dari dataran rendah, termasuk jenis ular maut (Acanthophis antarcticus) dan taipan Papua yang bisa mencapai panjang tiga meter, hingga ular pohon yang tidak berbisa seperti Chondropython viridis.

Follow www.papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jubi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks