JAYAPURA — Enam nelayan asal Merauke akhirnya tiba di Tanah Air setelah menjalani proses pemulangan yang panjang dari Papua Nugini. Mereka dipulangkan melalui PLBN Skouw, Jayapura, setelah sebelumnya diantar dari Vanimo, Provinsi West Sepik, melalui jalur darat.
Kepala PLBN Skouw Ni Luh Puspita mengatakan para nelayan itu dipulangkan pada Kamis (2/7) setelah mengalami musibah saat melaut. "Dari laporan yang diterima, tujuh nelayan itu ditolong otoritas PNG yang ada di Daru dan kemudian diterbangkan ke Port Moresby," ujarnya di Jayapura, Senin.
Kapal Rusak di Perairan Torasi, Hanyut ke Wilayah PNG
Kepala Perbatasan Merauke Rekianus Samkakai menjelaskan kronologi kejadian. Kapal yang ditumpangi para nelayan mengalami kerusakan saat berada di perairan Torasi pada 10 Mei lalu. Akibatnya, mereka hanyut hingga masuk ke wilayah PNG.
Petugas patroli laut PNG menemukan dan mengevakuasi mereka ke Daru. Selanjutnya, para nelayan diterbangkan ke Port Moresby dan sempat ditampung di rumah tahanan Imigrasi PNG.
Tidak Diproses Hukum, Langsung Dipulangkan ke Merauke
Rekianus menegaskan bahwa keenam nelayan tersebut tidak diproses hukum oleh otoritas PNG. "Mereka tidak diproses hukum karena tidak melakukan kegiatan ilegal. Sekarang ini seluruhnya sudah berada di Merauke," katanya.
Pemulangan para nelayan difasilitasi oleh Konsul RI di Vanimo, Aleksander Tangkuman. Mereka diantar langsung dari Vanimo ke PLBN Skouw sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Merauke.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi nelayan tradisional di perairan perbatasan. Kerusakan mesin dan cuaca buruk kerap menyebabkan kapal hanyut ke wilayah negara tetangga.