PAPUA — Figo merespons rencana Infantino yang gagal untuk menjual sebagian kepemilikan Piala Dunia kepada investor swasta. Rencana tersebut menuai kecaman luas, terutama dari UEFA, dan akhirnya dibatalkan. Kini, Infantino disebut tengah berjuang untuk mempertahankan posisinya setelah memanggil staf FIFA dalam pertemuan darurat pada Rabu lalu.
Ledakan Kritik Figo: "Infantino Harus Pergi"
Dalam kolomnya di Daily Mail, Figo menulis bahwa ia bisa menulis 10.000 kata tentang masalah di FIFA, tetapi solusinya hanya butuh tiga kata: Infantino harus pergi. "Dia telah berbohong, menipu, dan mencoba mengisi kantongnya sendiri dengan mengorbankan permainan yang seharusnya ia layani," tulis Figo.
"Dia telah kehilangan dukungan dari staf seniornya, penasihat terdekatnya, mayoritas orang yang mengabdikan hidup mereka untuk olahraga ini, dan bahkan tampaknya pemenang Penghargaan Perdamaian FIFA [Donald Trump]. Sudah terlambat untuk menyelamatkan martabatnya, tetapi belum terlambat untuk menyelamatkan sepak bola. Dia harus pergi. Sekarang," tegas legenda Barcelona dan Real Madrid itu.
Kritik Tajam soal Gaji dan Kurangnya Transparansi
Figo, yang menjadi penasihat sepak bola UEFA sejak 2017, menyoroti kurangnya transparansi Infantino dalam upayanya mendorong kesepakatan ekuitas swasta. Kesepakatan itu dilaporkan akan meningkatkan gaji Infantino menjadi US$30 juta per tahun. "Tidak jujur ketika Anda gagal menyebutkan bahwa setelah Anda memberikan kepala Piala Dunia kepada teman-teman Anda di DC, mereka akan memberi Anda pekerjaan senilai lima kali gaji Anda saat ini," tulis Figo.
Ia juga mengkritik rentetan pelanggaran yang dilakukan Infantino terhadap reputasi sepak bola, mulai dari menangguhkan dan membalikkan keputusan disipliner hingga melanggar hukum permainan demi pertunjukan jeda babak. "Tidak ada yang menghalangi dia untuk menyenangkan teman-temannya," ujar Figo.
Tekanan Beruntun untuk Infantino
Sebelum kritik Figo, Presiden Asosiasi Sepak Bola Yordania, Pangeran Ali bin al-Hussein, menuduh FIFA melakukan pemerasan. Tuduhan itu muncul setelah FIFA mengancam akan menahan bantuan keuangan untuk federasinya jika tidak mendukung pencalonan kembali Infantino. Mantan manajer Arsenal, Arsène Wenger, yang kini menjabat sebagai kepala pengembangan sepak bola global FIFA, juga mengeluarkan pernyataan yang menjauhkan diri dari rencana kontroversial tersebut. Wenger menyebut keputusan untuk menariknya "sangat diperlukan dan tidak perlu dipertanyakan lagi".