Pencarian

Lightspeed Rekrut Kreator Teknologi Claire Zau Lewat DM Instagram, Ini Strategi Media Sosialnya

Kamis, 06 Agustus 2026 • 04:45:01 WIB
Lightspeed Rekrut Kreator Teknologi Claire Zau Lewat DM Instagram, Ini Strategi Media Sosialnya
Lightspeed merekrut kreator teknologi Claire Zau melalui DM Instagram sebagai bagian dari strategi media sosialnya.

PAPUA — Lightspeed kini serius membangun "kerajaan media" sendiri. Firma modal ventura tahap awal ini tidak hanya berinvestasi, tapi juga aktif memproduksi konten lewat media sosial dan podcast bertajuk Lightwork. Josh Machiz, CMO Lightspeed, dan Claire Zau, partner baru yang juga kreator teknologi, membeberkan strategi di balik langkah ini dalam siniar Equity.

Bagi Zau, kehadirannya di media sosial bukan sekadar membangun personal branding. Ia ingin menjembatani kesenjangan antara teknologi canggih dan pemahaman publik.

"Banyak orang ingin berpartisipasi dalam masa depan dan antusias dengan teknologi. Mereka hanya tidak punya fakta yang disajikan dengan cara yang mudah dipahami. Semoga itu peran yang bisa saya mainkan," ujar Zau kepada Equity.

Strategi Media Sosial dan Podcast untuk Menjaring Founder

Langkah Lightspeed ini merupakan respons atas menyusutnya jumlah media tradisional yang meliput pendanaan startup. Machiz menyebut, kini semakin sulit bagi perusahaan rintisan untuk mempublikasikan kisah mereka karena banyak jurnalis yang terkena PHK dan konsolidasi industri media.

"Jika Anda sebuah startup, semakin sulit untuk membuat cerita Anda dikenal. Semakin sedikit tempat untuk mempublikasikannya. Sekarang ada standar yang sangat ketat untuk mempublikasikan kisah pendanaan. Kami berharap bisa menyediakan peluang lain di dunia media baru ini," jelas Machiz.

Melalui podcast Lightwork dan akun media sosial para partnernya, Lightspeed ingin menjadi tempat pertama yang dituju calon founder untuk belajar tentang venture capital. Strategi ini juga memberi mereka umpan balik pasar secara real-time.

Umpan Balik Real-Time: Gen Z Justru Anti-AI?

Salah satu manfaat paling berharga dari kehadiran online ini adalah mendapatkan reaksi langsung dari publik terhadap keputusan investasi mereka. Zau mencontohkan, di lingkaran Silicon Valley, semua orang sangat antusias mengucurkan dana untuk startup kecerdasan buatan (AI). Namun, saat ia membahas investasi tersebut di media sosial, respons yang diterimanya justru sebaliknya.

"Saya bahkan bisa bilang, ini sangat merendahkan hati," kata Zau soal komentar langsung di videonya. "Sangat membantu untuk memiliki visibilitas real-time tentang bagaimana orang menggunakan teknologi ini dan narasi apa yang sedang berkembang."

Ia menemukan bahwa Gen Z justru menunjukkan sikap anti-AI, sebuah temuan yang mungkin tidak akan terungkap jika hanya berdiskusi di ruang tertutup para investor. Data ini menjadi masukan berharga bagi Lightspeed untuk mengevaluasi portofolio dan strategi komunikasi mereka.

Rencana Selanjutnya: dari Podcast ke Acara TV?

Machiz dan Zau tidak berencana berhenti di podcast. Mereka membuka peluang untuk membuat acara TV atau format konten lain di masa depan. Visi jangka panjangnya jelas: membangun ekosistem pembelajaran bagi founder pemula.

"Tujuan kami adalah menjadi tempat di mana calon founder belajar tentang venture capital dan memahami ekosistemnya," kata Machiz. "Kami masih di tahap awal."

Langkah Lightspeed ini menunjukkan pergeseran strategi di industri modal ventura. Firma tidak lagi hanya mengandalkan perantara media, tetapi membangun saluran komunikasi langsung dengan audiens dan calon penerima dana. Bagi pengamat industri teknologi, pendekatan ini patut dipantau karena bisa menjadi blueprint bagi firma VC lain yang ingin memperluas pengaruh di luar lingkaran tradisional Silicon Valley.

Follow www.papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks