Pencarian

Skrining Anemia Digelar untuk 93 Mahasiswa Kebidanan di Merauke, Upaya Cegah Stunting Sejak Usia Muda

Senin, 10 Agustus 2026 • 18:15:31 WIB
Skrining Anemia Digelar untuk 93 Mahasiswa Kebidanan di Merauke, Upaya Cegah Stunting Sejak Usia Muda
mahasiswa kebidanan di Merauke menjalani pemeriksaan kadar hemoglobin dalam skrining anemia untuk pencegahan stunting.

MERAUKE — Sebanyak 93 mahasiswa Akademi Yaleka Maro, Merauke, Papua Selatan, menjalani skrining anemia melalui pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb), Jumat (7/8/2026). Kegiatan bertajuk "Gerakan Mahasiswa Sehat: Pelatihan, Edukasi dan Skrining Anemia dalam Upaya Pencegahan Stunting pada Mahasiswa Kesehatan" ini digagas tim dosen Universitas Musamus (Unmus).

Ketua pelaksana kegiatan, Febry Ramadhani Suradji, SKM., M.Kes., menyebut mahasiswa kebidanan menjadi sasaran utama karena peran ganda mereka di masa depan. "Mahasiswa kebidanan bukan hanya calon ibu, tetapi juga calon tenaga kesehatan yang nantinya akan menjadi edukator kesehatan bagi masyarakat," ujarnya.

Pemeriksaan Hb menjadi langkah awal untuk mendeteksi potensi anemia yang kerap dialami remaja dan perempuan usia reproduktif. Kondisi ini dinilai sebagai salah satu faktor risiko yang memengaruhi status gizi sebelum kehamilan.

Anemia Jadi Pintu Masuk Pencegahan Stunting

Febry menegaskan bahwa intervensi pencegahan stunting tidak boleh dimulai saat seorang perempuan sudah hamil. Menurutnya, deteksi dini harus dilakukan jauh sebelumnya, tepatnya ketika seorang perempuan masih berstatus remaja atau mahasiswa.

"Pencegahan stunting tidak seharusnya baru dimulai ketika seorang perempuan sudah hamil. Intervensi perlu dilakukan sejak remaja dan sebelum memasuki kehamilan, termasuk melalui pencegahan dan deteksi dini anemia," kata Febry.

Selain pemeriksaan Hb, para mahasiswa mendapatkan materi edukasi tentang faktor risiko anemia, pentingnya gizi seimbang, serta langkah-langkah pencegahan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mahasiswa Kebidanan Disiapkan Jadi Edukator Kesehatan

Kegiatan ini dirancang bukan sekadar pemeriksaan kesehatan sekali jalan. Unmus membekali para mahasiswa dengan pengetahuan yang nantinya bisa mereka tularkan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.

Febry berharap pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat diterapkan mahasiswa dalam menjaga kesehatan diri. Pengetahuan ini juga menjadi bekal ketika mereka memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat sebagai calon tenaga kesehatan.

Seluruh rangkaian kegiatan Gerakan Mahasiswa Sehat ini mendapat dukungan pendanaan melalui program DIPA Universitas Musamus Tahun 2026.

Melalui kegiatan pengabdian berbasis edukasi, deteksi dini, dan pemberdayaan ini, Unmus berupaya berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan masyarakat. Upaya ini sekaligus memperkuat program promotif dan preventif di bidang kesehatan di Papua Selatan.

Follow www.papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rmolpapua.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks