PAPUA — Eksim atau dermatitis atopik adalah kondisi peradangan kulit yang membuat si kecil tidak nyaman karena rasa gatal yang muncul, terutama saat kulit dalam keadaan kering. Selain faktor lingkungan dan produk perawatan kulit, makanan yang dikonsumsi anak ternyata punya peran besar dalam memicu atau meredakan peradangan ini.
Kabar baiknya, Bunda tidak perlu bingung mencari menu. Beberapa sayuran yang mudah ditemukan di pasar tradisional maupun supermarket ternyata mengandung nutrisi yang membantu menjaga kesehatan kulit anak dari dalam.
Mengapa Pola Makan Penting untuk Anak dengan Eksim?
Dokter spesialis kedokteran keluarga, Saadia Hussain, MD, menjelaskan bahwa penyesuaian pola makan dapat membantu mengurangi tingkat keparahan gejala eksim pada sebagian orang. Peradangan pada kulit yang memicu gatal sering kali diperburuk oleh makanan tertentu yang tidak dapat ditoleransi tubuh anak, meski belum tentu alergi.
"Sebagian orang memiliki intoleransi atau alergi terhadap makanan tertentu, misalnya gluten, yang dapat memicu munculnya eksim," jelas Hussain, seperti dikutip dari Cleveland Clinic. Ia menambahkan bahwa pola makan bergizi seimbang dengan aktivitas fisik rutin adalah cara terbaik menjaga kesehatan tubuh sekaligus mengendalikan gejala gatal-gatal.
7 Sayuran Pilihan untuk Bantu Redakan Gatal
Sayuran dengan kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan tinggi adalah pilihan utama. Berikut rekomendasinya:
1. Brokoli
Brokoli mengandung quercetin, senyawa flavonoid alami yang berperan sebagai antioksidan. Beberapa penelitian laboratorium yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatric Allergy, Immunology and Pulmonology menunjukkan quercetin berpotensi membantu mengurangi peradangan pada penyakit kulit inflamasi seperti eksim. Meski begitu, efektivitasnya pada manusia masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
2. Bayam
Sayuran hijau ini kaya akan vitamin A, C, E, zat besi, dan lutein. Kandungan tersebut berperan menjaga kelembapan kulit dan membantu proses regenerasi kulit yang sedang iritasi.
3. Selada
Dengan kadar air yang tinggi serta kandungan vitamin A, vitamin K, dan folat, selada membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh sekaligus mendukung kesehatan kulit anak.
4. Wortel
Sumber beta-karoten yang diubah tubuh menjadi vitamin A ini penting untuk menjaga fungsi lapisan pelindung kulit. Kulit yang terlindungi dengan baik tidak mudah kering, pecah-pecah, atau iritasi.
5. Labu Kuning
Selain wortel, labu kuning juga kaya beta-karoten, vitamin C, dan antioksidan lain. Kombinasi nutrisinya membantu melindungi kulit dari stres oksidatif yang memperburuk peradangan. Teksturnya yang lembut membuatnya mudah diolah menjadi bubur atau sup untuk anak.
6. Ubi Jalar
Mengandung vitamin A, C, kalium, dan serat. Kandungan antioksidannya berperan dalam menjaga kesehatan kulit dan membantu pemulihan jaringan kulit yang meradang.
7. Buncis
Buncis merupakan sumber vitamin C, vitamin K, folat, dan serat yang baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak.
Makanan yang Sebaiknya Dibatasi saat Eksim Kambuh
Untuk mencegah gejala semakin parah, batasi atau hindari beberapa jenis makanan berikut:
- Makanan pemicu alergi yang diketahui pada anak
- Makanan mengandung lemak trans seperti gorengan dan camilan olahan
- Makanan tinggi gula dan proses pengolahan, seperti sereal manis, permen, dan minuman bersoda
- Karbohidrat olahan, misalnya roti putih dan pasta dari tepung terigu putih
Hussain menyarankan pola makan sehat untuk anak dengan eksim sebaiknya lebih banyak berisi makanan segar yang minim bahan pengawet dan tidak melalui banyak proses pengolahan.
Tips Tambahan Meredakan Gatal pada Kulit Anak
Menurut American Academy of Dermatology Association (AAD), rasa gatal yang berlangsung terus-menerus bisa sangat mengganggu kenyamanan anak. Selain menjaga asupan makanan, pastikan kulit anak tetap lembap dengan pelembap yang sesuai dan hindari pemicu lain seperti stres atau produk topikal yang keras.
Jika gejala gatal tidak kunjung membaik atau semakin parah setelah mengubah pola makan, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter spesialis kulit anak untuk penanganan yang lebih tepat.