Pencarian

ISBI Tanah Papua Kekurangan Ruang Kuliah, Rektor Minta Dukungan Pemprov Papua untuk Gedung dan Tenaga Pengajar

Rabu, 12 Agustus 2026 • 14:01:01 WIB
ISBI Tanah Papua Kekurangan Ruang Kuliah, Rektor Minta Dukungan Pemprov Papua untuk Gedung dan Tenaga Pengajar
Rektor ISBI Tanah Papua Prof. Dr. St. Hanggar Budi Prasetya meninjau ruang kuliah di gedung bekas BRIN Jayapura yang dioptimalkan untuk kegiatan perkuliahan.

JAYAPURA — Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua tengah mengoptimalkan gedung bekas Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jayapura untuk kegiatan perkuliahan. Namun, kapasitas gedung tersebut dinilai belum cukup menampung mahasiswa, sehingga kampus masih meminjam fasilitas dari Universitas Cenderawasih (Uncen).

Rektor ISBI Tanah Papua, Prof. Dr. St. Hanggar Budi Prasetya, S.Sn., M.Si, mengungkapkan bahwa sebelum menempati gedung bekas BRIN pada April 2026, seluruh kegiatan perkuliahan berlangsung di Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Uncen. Salah satu ruang yang digunakan bahkan merupakan bekas ruang ganti atlet yang dibersihkan untuk dijadikan ruang belajar.

Dua Lahan Disiapkan untuk Kampus Baru

Pihak kampus sebenarnya memiliki dua lahan yang dipersiapkan untuk pengembangan kampus, masing-masing di Maribu dan Koya. Meski demikian, pembangunan kampus baru belum menjadi prioritas dalam waktu dekat.

"Kami coba akan maksimalkan dulu di sini. Kalau sudah maksimal, nanti karena setiap tahun mulai tahun ini kami membuka program studi baru, kami berharap mahasiswa bertambah banyak. Nanti kami bisa mengajukan pembangunan di tempat yang baru dan lebih luas," ucapnya.

Pembukaan Prodi Baru untuk Jawab Kebutuhan SDM Seni dan Budaya

Pembukaan program studi baru tersebut bertujuan menjawab kebutuhan sumber daya manusia di Tanah Papua, khususnya bidang seni dan budaya yang belum banyak tersedia di perguruan tinggi lainnya. ISBI menargetkan diri menjadi pusat pendidikan seni budaya, tidak hanya untuk Papua tetapi juga kawasan Pasifik.

"Kami sangat mengharapkan dukungan itu karena sebetulnya visi kami sama. Kami ingin membangun ISBI Tanah Papua menjadi pusat pendidikan seni budaya, tidak hanya di Papua, tetapi harapan kami di wilayah Pasifik," kata Prof. Hanggar.

Pemprov Papua Siap Kolaborasi untuk Peningkatan Kapasitas Dosen

Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, mengakui kapasitas gedung yang digunakan ISBI belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan proses belajar mengajar. Pemerintah daerah siap berkolaborasi melalui Dinas Pendidikan untuk melihat berbagai kebutuhan kampus, termasuk peningkatan kapasitas tenaga pengajar.

"Harapan ke depan, pemerintah daerah juga ikut memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan, terutama tenaga pengajar yang perlu peningkatan kapasitas," ujarnya.

Beasiswa Pemprov Papua Hasilkan Dosen dan Pimpinan ISBI

Dukungan Pemprov Papua terhadap ISBI sebenarnya bukan hal baru. Ketika kampus masih berada di lokasi lama di Waena, pemerintah daerah pernah memberikan beasiswa kepada sejumlah mahasiswa. Beberapa penerima beasiswa tersebut kini telah menjadi dosen bahkan menduduki posisi pimpinan di ISBI Tanah Papua.

"Saat itu jumlahnya sedikit, jadi Pemerintah Provinsi Papua membiayai beberapa mahasiswa. Hari ini sudah ada," kata Rumaropen.

Selain fasilitas yang saat ini digunakan, Pemprov Papua sebelumnya juga telah menyerahkan lokasi untuk rencana pembangunan kampus ISBI Tanah Papua. Namun, pembangunan tersebut belum dapat direalisasikan karena kewenangannya berada pada pemerintah pusat.

Follow www.papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jubi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks